Mencoba menulis di IPad

Kebutuhan menulis dalam perjalanan, atau kondisi dimana tidak nyaman untuk menggunakan laptop menggunakan perangkat mobile ternyata sangat dibutuhkan, kebetulan saya menggunakan Apple IPad 2, sudah dilengkapi Wifi +3G.

ini saya coba menulis dengan perangkat IPad, ternyat tidak mudah selain keyboard yang menutupi sebagian layar, walaupun update IOs. 8 memberikan kemudahan membagi dua keyboard tersebut seperti gambar dibawah,

image

ternyata butuh usaha dan mencoba terus sampai baik.

Give more and then you get more you give

Give more and then you get more you give

(berikan lebih dan anda akan mendapatkan lebih dari yang anda berikan), mungkin ini adalah teori marketing yang sudah lama ada dibumi ini dan diawal era tahun 2000-an teori ini dijalankan dengan baik oleh orang-orang bidang IT.

lihatlah facebook, google, yahoo, Twitter dan perusahaan IT lainnya yang memberikan layanan gratis beberapa killer application kepada seluruh penggunanya, layanan yang diberikan luar biasa, tercatat google memberikan fasilitas email gratis dengan repository yang dulunya 1 GB, sekarang sudah menjadi 15 GB.

pertanyaan berikutnya saat-saat awal adalah pasti dari orang marketing, CEO keuangan dan lainnya pertnayaan itu pasti adalah keuntungannya bagaimana ? darimana? berapa kalau hanya diberikan gratis ? namun keteguhan bahwa jika kita memberikan lebih ke orang lain kita akan mendapatkan lebih dari yg kita berikan nah loh.

terbukti perjalanan waktu perusahaan-perusahaan dan pemiliknya yang saya sebutkan diatas menjadi orang yang sangat kaya, soal bagaimana mereka melakukan moneytizing produk mereka itulah “than get more you give”.

tidak terlepas kemungkinan terjadi kegagalan,kita sudah berusaha memberikan yang terbaik, saya teringat sebuah syair lagu dari Jhon Legend “All of Me”

Even when I lose I’m winning
‘Cause I give you all of me

Jadi mari kita budayakan Give more and then you get more you give.

Pahlawan di Pusara tak bernama

mumpung belum jauh dari hari pahlwan 10 November

saya teringat lagi dari grup Band legendaris Papua ” Black Sweet”

Pusara Tak Bernama

Song by Steven Letsoin ☆ Vocal by Ian Ulukyanan from the Album the Best of Black Sweet ♫

Dalam belaian angin gersang
di atas bukit nan sepi
engkau terbaring
dalam tidurmu yang lelap

dalam temaram senja kelabu
di sisi lorong yang sepi
engkau tertidur
di kesunyian abadi

engkau tak dikenal namamu
di lembaran bunga bangsa
engkau dilupakan jasamu
di lembaran sejarah

pusara tak bernama
kau ditinggal terlantar penuh debu
pusara tak bernama
siapa pemilikmu sejak itu, pahlawan

pusara tak bernama
kau ditinggal terlantar penuh debu
pusara tak bernama
siapa pemilikmu sejak itu, pahlawan

Dalam belaian angin gersang
di atas bukit nan sepi
engkau terbaring
dalam tidurmu yang lelap

dalam temaram senja kelabu
di sisi lorong yang sepi
engkau tertidur
di kesunyian abadi

engkau tak dikenal namamu
di lembaran bunga bangsa
engkau dilupakan jasamu
di lembaran sejarah

pusara tak bernama
kau ditinggal terlantar penuh debu
pusara tak bernama
siapa pemilikmu sejak itu, pahlawan

pusara tak bernama
kau ditinggal terlantar penuh debu
pusara tak bernama
siapa pemilikmu sejak itu, pahlawan
pahlawan

link bisa dilihat disini http://www.youtube.com/watch?v=RLISi9cnbvk

Bacaan Minggu Ini

Design Decision for Cloud Computing

Design Decision for Cloud Computing

sumber : Architecting The Cloud, Design Decisions For Cloud Computing Service Models (SaaS, PaaS, IaaS) by Michael Cavis

Buku ini Architecting The Cloud, Design Decisions For Cloud Computing Service Models (SaaS, PaaS, IaaS) di rilis tahun 2014 oleh Published by John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey

beberapa pemain lokal di Indonesia sudah mulai melirik bisnis ini, tercatat beberapa perusahaan yang bermain di Iaas dan SaaS, untuk PaaS saya belum melihat mereka mendeklarikan dirinya sebagai Platform services, beberapa vendor Iaas diindonesia seperti http://www.cloudkilat.com/ , http://www.telkomsigma.co.id/cloud-computing/ untuk SaaS saya melihat http://produk.siap-online.com/ kepunyaan PT.Telkom. minimnya pemain dibidang ini menurut saya tidak lepas dari beberapa hal seperti pemahaman, kebijakan dan lainnya untuk para para CEO bidang IT mengambil keputusan bergeser dari membangun sendiri ke menyewa layanan. pada buku ini dijelaskan beberapa case kegagalan dan keberhasilan migrasi dari mengelola sendiri ke menyewa services, kegagalan yang terjadi terlihat sama dengan kodisi di Indonesia adalah menerjemahkan proses migrasi itu sendiri, karena sebuah perusahaan/institusi pemerintah tidak mempunyai Blue Print Architecture IT.

dari salah satu gambar terlihat jelas responsibility dari user dan vendor terhadap service pada Cloud computing seperti pada gambar berikut ini :

Stack service a cloud computing
sumber : Architecting The Cloud, Design Decisions For Cloud Computing Service Models (SaaS, PaaS, IaaS) by Michael Cavis

tidak terlalu teknis untuk seorang CEO membaca buku ini, tetapi lebih kepada strategic planing dan decision making untuk bermigrasi ke Clound computing, ah selamat berawan-awan

Dari mana membangun Transparansi

mengikuti pembicaraan dan presentasi pak jokowi pada satu kulah umum mm disalah satu perguruan tinggi, membangun entrepreneurship di kaitkan dengan penataan birokrasi menarik juga, beberapa hal yang selalu diulang-ulang beliau adalah :

  1. Menciptakan Branding , branding terkait bagaimana kita memoles sebuah produk, mencitrakan dan mewujudkan dilandasi oleh analisis dan kajian yag mendalam serta cukup hati-hati
  2. Membuat Diferensiasi, diferensiasi itu terkait sebagai market leader bukan follower jadi harus berbeda dengan lainnya, harus menciptakan image 
  3. Control Management, perlu di awasi baik secara administrasi maupun cek lapangan, atau blusukan, blusukan sendiri ingin mendengar langsung dari rakyat tentang kendala-kendala dan harapan terhada pembangunan di level rakyat.

artinya selain kita perlu branding, perlu juga diferensiasi dan controling, pemerintah atau pengusaha tidak perlu lagi monolog, tapi harus komunikasi dua arah, jamannya adalah jaman horisontal buka nvertikal lagi, jadi jangan bergaul hanya pada lingkup yang ekslusif, tapi harus horisontal, membaur, guna memperluas wawasan. 

nah terkait dengan transparansi? ternyata orang IT berperan enting dalam transparansi ini, beliau sampaikan yang perlu disiapkan adalah sistemnya, dulunya ijin 6-8 bulan, aat ini bisa sampai 6 hari, atau 1 hari, siapa yg bisa melakukan itu, sistem, baik secara Online system mapunu secara aturan prosedur dan didukung oleh SDM yang mengawal, 

bila sistem sudah berjalan, apalagi yang perlu di negosiasi, apalagi yang perlu di kolusikan, jadi kesimpulannya orang IT dapat membantu keruwetan transparansi tersebut. 

sumber : http://www.youtube.com/watch?v=Qlo6vbsvAd4&list=UUtzb3VE6W0-ZZErpS60733Q

Tidak mudah presentasi di uadien yang jumlahnya ratusan

dua hari ini memberikan presentasi pekerjaan didepan audien yang jumlahnya lebih dari 300 orang, terasa effort yang dikeluarkan cukup besar, apalagi audien ini adalahpara kepala sekolah SD dan SMP dari berbagai kecamatan,

selain latar belakang pengetahuna tentang IT yang memang terbilang kurang, satu lagi tantangannya adalah “ngobrol didalam ruangan” , sebagai presenter memang ini membutuhkan strategi jitu, saya coba mengeluarkan jurus agar mereka tetap diam, dan mengikuti apa yang saya sampaikan, caranya ? kalo melihat Bill gate atau Steve job memberikan presentasi kira2 seperti itulah caranya.

adapun tipsnya adalah :
mengajak audien untuk aktif, tanyakan hal-hal yang terkait dengan presentasi yg akan kita sampaikan dengna kondisi audien,
sampaikan permasalahan yang dihadapi audien, terkait juga dengan solusi yang akan kita berikan,
sampaikan outcome yang akan didapatkan, sebagai relasi antara pemecahan masalah dan solusi
perlihatkan hal nyata yang sudah anda buat, ajak audien untuk aktif mencoba sendiri atau memperhatikan langkah-langkah yang anda lakukan
joke, ini jurus klasik tapi usahakan joke yang terkait dengan realitas kehidupan audien,

jangan lupa kalo anda punya kuis, sisipkan dengan suvenir sehingga audien aktif untuk menjawab kuis anda,

selamat mencoba

Simpang lima yang ramah

perjalanan hari ini dari majalengka-cirebon-brebes-tegal-pekalongan-kendal terpuaskan dengan “ngaso” di Simpang lima semarang, saya mengamati ada perbedaan luar biasa yg terjadi di lokasi ini, 14 tahun lalu saya pernah penelitian dilokasi tersebut untuk sebuah karya teknologi, lumayan lama 2 bulan, setiap sore simbok-simbok penjual mulai menggelar jualannya di trotoar, di pinggir jalan simpanglima bahkan masuk kedalam area taman simpang lima, suasananya semerawut, kotor dan tidak tertata rapi, dibumbui para ciblek-ciblek yg menawarkan teh poci, sehingga pada jaman itu kalau mampir di simpang lima pasti ditanya minum teh poci tidak?, ah itu dulu.

Sepeda Onthel

Sepeda Onthel

semalam saya ngaso sebelum ke jepara, suasana simpang lima begitu bersahabat, pedagang kaki lima ditata, diberikan tempat yang nyaman, dijaga kenyamanannya, tidak terlihat pengamen, pengemis apalagi preman dilokasi tersebut, benar-benar berubah 360 Derajat, kualitas makanannya tetap enak dan selalu menggoda untuk dicicipi apalagi yg lagi kangen masakan jawa, soal harga benar-benar tetap terjaga murahnya, saya tidak mengalami kasus”ditembak” di tempat ini, habis makann, saya coba berjalan2 thawaf mengintari simpang lima, ah.. suasa ruang publik yg aduhai sangat nyaman, dimana pedestarian diberi space yg lebih banyak disana, ada persewaan sepeda onthel, sepatu roda, skatea board dll yang semuanya modal ongkol alias no machine, no polution, menurutku benar-benar go green.

sepeda dapat disewa untuk keliling sebesar Rp. 5000,- rupiah, ada boceng untuk berduaan (cocok yg lagi kasmaran) bagi kita yg dah bapak2 dan punya anak istri dapat cari yg bonceng papat, banyak kelucuan yang terlihat dimalam itu,muali dari menguci kekompakan ngayuh sepede sekeluarga sampai tidak bisa ngerem karena adanya pejalan kaki yg melintasi area pokonya seru dech.

saya salut dengan perubahan dan usaha keras pemkot semarang dan pemrov jateng mewujudkan sipang lima yg bersahabat dan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat semarang dan orang indonesia lainnya yg kebetulan mampir di semarang. lamunan saya melintas jauh ke kota tempat saya tinggal bandung, alun-alun masjid raya dipenuhi oleh pedagang kaki lima, bahkan sampai masuk ke ara masjid di pelataran masjid agung, andai pemkot bandung mau belajar dari simpang lima pasti kita punya ruang publik seperti ini.
Sepeda Simpang lima