Thu Sep 25, 2008 10:53 am (PDT)
Dear All,
Segenap Pemerhati dan Pelaku Pendidikan di indonesia…
Besok adalah hari terakhir kita ngantor, sebelum libur panjang idul fitri 1419 H, menutup kantor dan kelas-kelas sekolah kita untuk bersiap-siap mudik menuju kampung halaman ada baiknya mari kita merenung sejenak memikirkan arah pendidikan IT ke masa yang akan datang,
Tahun ini sebuah lompatan besar telah kita lalui pada dunia pendidikan IT, ada beberapa catatan kemajuan yg kami catat di bidang Networking, Data, Application, Integrasi system, dan beberapa kemunduran dan manajemen it di dunia pendidikan kita.
Ketika Jardiknas mulai digelar diseluruh indonesia dengan pencapaian 1024 router, semua orang tercegang dengan menggunakan semua teknologi Layanan Komunikasi Data MPLS, VSAT IP, VSAT SCPC yang berhasil menggabungkan dan mengintegrasikan inherent dan jardiknas 2006 menjadi beberapa zona mulai dati zona kantor dinas(institusi) , universitas, sekolah bahkan yang belum sempat terwujud adalah zone siswa dan guru yang menurut saya kalau saja…tidak terburu-buru dilakukan proses pemindahan ini akan terwujud..
nah.. setelah tergelar dan terbentang diseluruh indonesia, trus apa yang harus kita perbuat untuk minimal jardiknas ini tetap ada, bahkan berkembang kedepan, menurut saya langkah yg perlu dilakukan kita semua adalah :
- Mengembangkan jardiknas zona siswa dan guru serta orang tua wali murid, bagaimana caranya mungkin dengan memanfaatkan kerjasama atau PKS antara PT.Telkom dgn Depdiknas yang akan memberikan kemudahan bahkan potongan harga akses speedy (maaf menyebut produk karena baru ini yg pro rakyat..walau jalannya masih seperti sepeda
) ) dengan sekolah menjadi pelanggan speedy saya dengar ada pola kerjasama dengna PT.Telkom yang bisa membantu bahkan provide sebuah MIS (manajemen information system) Sekolah yang kalo tidak salah namanya SIAP .. coba dech cari..
- Di level Pusat, CIO Jardiknas harus melakukan penetrasi pengembagan jardiknas dengan segala teknologi yg sudah ada, tahun ini usai jardiknas pindah pengelolaan dan manjemen kami blm melihat sebuah penataan manajemen jardiknas yg berbasis IT, Bahkan mundur jauh kebelakang dengan mengacu kembali kepada stuktural dinas pendidikan, lembaga tekkom yang sampai hari ini kita lihat kiprahnya sangat mengecewakan.
trus harus bagaimana ?
yach siapkan tim jardikans dilevel pusat yg solid, CIO harus berani mulai menyewa bahkan mencari ahli2 jaringan terbaik di selruh republik ini untuk dijadikan admin jardiknas.. (memang butuh biaya besar) tapi bila disokong oleh komunitas biaya ini bisa direduce…CIO harus berani mengambil jalan ini sebagai jawaban
“Atas buruknya Kinerja Admin jardinas Pasca serah terima”,
Rekan rekan di PT.Telkom sudah mengeluh..karena setiap masalah yg seharusnya bisa ditangani oleh tim jardiknas semua diarahkan ke sana.. akhirnya mungkin tahun depan pengelolaan jardiknas akan di outsource… ini baru isu.. tapi kalo terus tidak membaik saya kira itu adalah keputusan bijak.
Soal dana itu bukan masalah bagi depdiknas, terbukti tahun ini dana Jardiknas naik bahkan lebih besar dari tahun sebelumnya, apalagi ada sinyalemen 2009 kita akan dikucurkan dana APBN 20%…. tinggal bagaimana dan itu dinikmati oleh segenap lapisan pendidikan di republik ini.
Application,
Masih terpusat, tapi mulai menunjukkan keseriusan perbaikan manajemen data pendidikan, tapi disayangkan NISN dan NPSN yang merupakan program monumental perbaikan data kependidikan (salah satu bagian) harus Almarhum.. dan diserahkan kebijakannya untuk dikelola oleh daerah.. hal ini bukan membuat data jadi lebih update.. tapi lebih memalukan lagi… Beberapa Dinas menjual Kartu NISN…dengan harga Puluhan Ribu..dengan dalih pendataan, padahal pengalaman kami menjadi konsultan pendidikan sedikitnya tiap tahun dinas pendidikan kab/kota mendapatkan 4 s.d 5 sumber dana untuk update data pendidikan,
Saya dengar NISN dan NPSN akan diambil alih oleh PSP Balitbang Depdiknas, saya berharap ditempat yang seharusnya.. system ini dapat lebih maju, karena hasil analisis aplikasi padati web cukup untuk menilai kualitas kerja tim TIK PSP Balitbang.. yang sudah harusnya di Update…
Trus sekolah harus gimana ?
yach untuk kasus ini kita tidak boleh menyerah, usulkan dinas pendidikan kab-kota untuk terus melakukan update data NISN dan NPSN secara mandiri, sekolah trus melakukan pengiriman data secara off line sesai dgn format nisns dan npsn agar operator dinas mengupload data tersebut…say percaya teman2 yg dulu menggawangi nisn npsn akan terus membantu maintenace data tersebut…. kita jangan diam.. mari bergerak..
NUPTK, walau dengan teknologi aplikasi client server (dimana client ama servernya jadi satu kaya console aja) dan tersebar di berbagai Laptop para pengimput data, mungkin perlu dievaluasi karena begitu sulitnya mengakses data ini dilevel guru….
Aplikasi2 yg kita bangun masih banyak yang tidak opensource, OS yang kita gunakan banyak mengacu pada satu merk, kesungguhan menggunakan IGOS SN atau apa namanya masih sekedar “Tebar Pesona”, karena di RKS, Spektek, Lingkup pekerjaan proyek2 depdiknas.. nyata2 ditulis OS yang harus digunakan dalah Microsoft..
Kedepan…..
Yach.. kita harus berani mengatakan opensource harus diberikan tempat untuk dikembangkan,
Saat kita mulai frustasi dgn leletnya (lambatnya) dan tidak stabilnya koneksi jardiknas terobosan baru dilakukan oleh bapak jardiknas kita, anda pasti tau Siap beliau…. dengan menggunakan satu nama baru SEAEDUNET.. kita mulai disuguhi mainan lama yg dikemas baru, lebih berbobot, lebih fokus pada pencerdasan anak bangsa, bahkan memperlihatkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yg besar dengan mulai mengirimkan senopati2 IT indonesia ke beberapa negara di Asean untuk mulai merintis dan mengembangkan server-server Seaedunet di luar negeri, termasuk networking seaedu di negara asean… tidak lam lagi ini akan mulai dirollout keseluruh Indonesia(kabar- kabari kami masuk untuk Asisten dosen seaudunet yach..siap pak)… kabar terbaru Jawa timur dgn beberap ict secara mandiri mulai menjadi provider Seaedunet…
Bagaiman dengan Sekolah anda? atau anda sendiri..
kedepan ini menjadi entry point SBI, karena pembelajaran yg disajikan secara internasional akan mendorong partnership antara kita di sini dengan sekolah2 dinegara Asean, jangan SBI jadi Spanduk bahkan Plang nama di depan sekolah. Tapi lebih kearah kualitas pendidikan dan materi yg disajikan oleh pakar2 dan ahlinya dari berbagi indonesia bahkan asean menjadi jaminan mutu pendidikan.. . sayang fokusnya baru ke PJJ PGSD dan TKJ, moga jurusan lain segera digelar.
Data,
Ah… lagi-lagi ini hanya akan jadi lahan proyek.. masing-masing di unit utama depdiknas , bayangan saja ketika kami menganalisis metadata depdiknas pada satu pekerjaan pembutan data warehouse Depdiknas.. saya menjamin bahwa tidak akan bisa di integrasikan., selama ego sektoral masih dimainkan di depdiknas.. dan hantu-hantu atau cukong-cukong proyek masih mengendalikan para pengambil kebijakan di depdiknas…
lagi lagi ini menajdi tugas berat CIO Depdiknas untuk mulai menata dan berfikir untuk integrasi data di depadiknas, berbagai data center yg tersbar harus diassesment, meta data dan struktur data depdiknas mulai distandarisasi dan tentunya kebijakan tegas terhadap pendataan harus dimulai tahun depan… karena sangat memalukan ketika data yg menjadi sumber informasi pendidikan begitu semerawut, terserak diseluruh tempat dan bentuk dan strukturnya yg nyleneh…
harus ada satu data center yang berfungsi melakukan integrasi, back-up seluruh data-data center yg ada di lingkungn depdiknas, ini mebutuhkan efort besar dan proyek yg harus diroll out secara jangka panjang, saya melihat kecenderungan proyek di depdiknas di kerjakan dlm satu tahun anggara dan waktu pelaksanaannya 3 s.d 6 bulan.
Konten,
konten lokal adalah jargon “perpindahan manajemen jardiknas” tapi setau saya..kalo sy tidak tau mhn dikasi tau.. sejak di pindahkan baru BSE yang pyur konten lokal, itupun bukan murni didevelop oleh pustekkom yg menjanjikan konten lokal….tapi kerja sama dgn pusbuk. say sempat menelusuri ternyata benar.. pustekkom hanya menyediakan tempat menyimpan BSE tersebut..
trus konten lain ???
yach harus kita bangung begitu intinya
)
Pelatihan,
saran saya para pimpinan melakukan pelatihan mandiri bagi guru2 dan staffnya dlm menggunakan IT dengan bekerjsamma dgn ICT center yg ada di kab-kota, tidak usah menunggu janji2 manis pelatihan dari pusat, kita lakukan sesuai kebutuhan kita tanpa di tumpangi pesan2 sponsor yang cenderung mengarahkan kita pada satu produk..
Kurikulum…
dilpangan kita masih kesulitn mencari anak-anak lulusan sekolah TIK yang spesialis dibidang Database seperti Oracle, MYSQL, SQL Server , tapi hasil menarik adalah kita mulai secara perlahan menguasai teknologi opensource khusunya JAva melalui kegiatan pelatihan Jeni, dan game technologi, anak-anak kita mulai mampu mengembangkan game untuk dimainkan di HP, mengembangkan Mobile Learning, bahkan di beberapa proyek skala nasional anak2 d3 tkj mulai belajar menggunakan J2SE bukan hanya J2ME.. lebih pada aplikasi skala enterprise berbasis java, walau mereka sebagai operator, tapi saya kira dgn pengalaman sekelas nasional penerbitan passport se-indonesia akan membukan wawasan mereka tentang opensource yg tidak hanya melulu kita berkelahi di OS…
Rekan-rekan pejuang-pejuang It di Prov kita perkenalkan dgn pola pengawasan sistem penerbitn passpot yg rumit dan sangat kritis karena aplikasi transaksional. mereka mampu menjalani ini, jadi …. kalo anda ingin mengurus passport silahkan menghubungi mereka mantan2 konsultan ICT BPKLN.. dijamin anda tidak kena calo hahahahahha. ..serius
kedepan satu gawe besar bangsa ini akan dikawal mereka “PEMILU 2009″ tidak tanggung-tanggung mereka kita perkenalkan dgn institusi bernama POLISI, untuk menbantu pengamanan Pemilu di 507 Titik Polres se-Indonesia. .. jadi.. kontribusi apalagi yang harus anda, kita berikan untuk bangsa ini ????
banyak..sambil merenung …pasca ramadhan 1429 H ini.. apa yg harus kita buat, kuncinya mulai dari diri kita sendiri, lakukan dulu hal yg kecil-kecil ke besar dan dimulai dari sekarang…. .. mari maju bersama dikmenjur katanya….
Organisasi..
munculnya klub guru, menjadi alternatif lain selain PGRI… kedepan saya sarankan semua kepala sekolah untuk memasukkan gurunya bergabung di klub guru…saya yg mantan guru boleh nga ni bergabung ?? hehehehehe, pesan saya buat klub ini jangan menjadi underbouw partai politikmenjelang pemilu 2009. harus netral demi tercapainya tujuan memakmurkan dan mensejahterakan nasib para guru.
Akhirnya saya dan Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, selamat berkumpul dengan keluarga, salam hangat dari kami.
Regards
Muhammad Nasir
nasirdb_jpr@ yahoo.com
nasirdbjpr@gmail. com,
mPhone 085220147995
Kunjungi Blog Saya di http://nasirdbjpr. wordpress. com , dan
htttp://nasirdbjpr. blogspot. com