Jutaan Siswa Indonesia Pertahun Drop Out, Tanggung Jawab Siapa ?

Memang akhirnya data akan berbicara dengan banyak makna, tergantung kita menerjemahkan dan menganalisisinya, ada salah satu rekan kami dimilis jardiknas@yahoogroups.com yang memberikan analisis cukup mengejutkan dari kondisi siswa kita, sebagai bahan referensi anda bisa membaca di UR http://nisn.diknas.go.id/cont/data_statistik/index.php

berikut kutipannya :”

“Prihatin Pak, tapi ya kalau dirunut-runut memang sudah dirancang banyak pengangguran di negara ini entah disengaja atau pura-pura tidak tahu :D

Dimana SDM-SDM Indonesia entah disengaja atau pura-pura tidak tahu ari penduduk di usia pendidikan sudah banyak yang kena “PHK” lho (Baca: PHK = Putus Hubungan Kesekolah) :D , Coba cek di situs http://nisn.jardiknas.org milik Depdiknas.

Di situs tersebut saat ini (tercatat: 12/01/2009 pk.09:10:24) telah tercantum total hampir 40 juta siswa nasional. Lebih rinci lagi di
http://nisn.jardiknas.org/cont/data_statistik/rekap_total.php

Jumlah siswa SD = 26,7 juta.
Jumlah siswa SMP = 8,2 juta.
Jumlah siswa SMA + SMK = 4.7 juta.

Perhitungan rata2:
Rata-rata siswa SD per angkatan = 26,7 juta / 6 = 4.45 juta.
Rata-rata siswa SMP per angkatan = 8,2 juta / 3 = 2.73 juta.
Rata-rata siswa SMA+SMK per angkatan = 4,7 juta / 3 = 1.56 juta.

Analisa:

1. Setiap tahun akan “diproduksi/PHK” rata-rata jumlah siswa yang tidak melanjutkan jenjang dari SD ke SMP sebesar: 4.45 – 2.73 = 1.72 juta (38% dari tiap angkatan jadi “PHK”).

2. Setiap tahun akan “diproduksi” rata-rata  jumlah siswa yang tidak melanjutkan jenjang dari SMP ke SMA/SMK sebesar: 2.73 – 1.56 = 1.17 juta (42% dari tiap angkatan jadi “PHK”).

Dengan demikian rata-rata total penduduk usia sekolah yang tidak mencapai jenjang SMA/SMK tiap tahunnya sebesar: 1.72 + 1.17 = 2.89 juta !!,

Dari data jika kondisi ini konsisten maka dalam 5 tahun saja siswa “PHK” sudah sebanyak hampir 15 juta orang!! Sayang di situs tidak bisa dianalisa data untuk lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Bagaimana memperbaikinya ya???????, Ini belum bicara “kualitas pendidikannya” lho… :D :D , saya pun berfikir enak aja ya … kalau memang “para pemikir/pemegang amanah rakyat” tidak mampu mbok ya mundur saja deh … :D

Kesimpulan ya tidak aneh bukan, banyak pengangguran di negara kita
:, Karena dari usia pendidikan penduduk bangsa ini telah banyak yang
kena “PHK” alias “Putus Hubungan Kesekolah” :D

Solusinya ???
V4V

===========================

Jadi Ada PHK ” putus hubungan kesekolah”

ini tanggung Jawab Siapa ?

Manual Multicast Server Using Mikrotik

Dear All,

Mungkin menarik anda membaca ini :

http://tamampapua.wordpress.com/2008/10/15/manual-multicast-server-using-mikrotik

mudah-mudahan membantu anda dalam pengembangan sea-edunet di daerah masing-masing

Salam

Selamat Idul Fitri 1419 H Dan Renungan Dunia Pendidikan IT

Selamat Idul Fitri 1419 H Dan Renungan Dunia Pendidikan IT di masa d

Posted by: “Muhammad nasir” nasirdb_jpr@yahoo.com nasirdb_jpr

Thu Sep 25, 2008 10:53 am (PDT)

Dear All,
Segenap Pemerhati dan Pelaku Pendidikan di indonesia…

Besok adalah hari terakhir kita ngantor, sebelum libur panjang idul fitri 1419 H, menutup kantor dan kelas-kelas sekolah kita untuk bersiap-siap mudik menuju kampung halaman ada baiknya mari kita merenung sejenak memikirkan arah pendidikan IT ke masa yang akan datang,

Tahun ini sebuah lompatan besar telah kita lalui pada dunia pendidikan IT, ada beberapa catatan kemajuan yg kami catat di bidang Networking, Data, Application, Integrasi system, dan beberapa kemunduran dan manajemen it di dunia pendidikan kita.

Ketika Jardiknas mulai digelar diseluruh indonesia dengan pencapaian 1024 router, semua orang tercegang dengan menggunakan semua teknologi  Layanan Komunikasi Data MPLS, VSAT IP, VSAT SCPC  yang berhasil menggabungkan dan mengintegrasikan inherent dan jardiknas 2006 menjadi beberapa zona mulai dati zona kantor dinas(institusi) , universitas, sekolah bahkan yang belum sempat terwujud adalah zone siswa dan guru yang menurut saya kalau saja…tidak terburu-buru dilakukan proses pemindahan ini akan terwujud..

nah.. setelah tergelar dan terbentang diseluruh indonesia, trus apa yang harus kita perbuat untuk minimal jardiknas ini tetap ada, bahkan berkembang kedepan, menurut saya langkah yg perlu dilakukan kita semua adalah :

  • Mengembangkan jardiknas zona siswa dan guru serta orang tua wali murid, bagaimana caranya mungkin dengan memanfaatkan kerjasama atau PKS antara PT.Telkom dgn Depdiknas yang akan memberikan kemudahan bahkan potongan harga akses speedy (maaf menyebut produk karena baru ini yg pro rakyat..walau jalannya masih seperti sepeda :) )  ) dengan sekolah menjadi pelanggan speedy saya dengar ada pola kerjasama dengna PT.Telkom yang bisa membantu bahkan provide sebuah MIS (manajemen information system) Sekolah yang kalo tidak salah namanya SIAP .. coba dech cari..
  • Di level Pusat, CIO Jardiknas harus melakukan penetrasi pengembagan jardiknas dengan segala teknologi yg sudah ada,  tahun ini usai jardiknas pindah pengelolaan dan manjemen kami blm melihat sebuah penataan manajemen jardiknas yg berbasis IT, Bahkan mundur jauh kebelakang dengan mengacu kembali kepada stuktural dinas pendidikan, lembaga tekkom yang sampai hari ini kita lihat kiprahnya sangat mengecewakan.

trus harus bagaimana ?
yach siapkan tim jardikans dilevel pusat yg solid, CIO harus berani mulai menyewa bahkan mencari ahli2 jaringan terbaik di selruh republik ini untuk dijadikan admin jardiknas.. (memang butuh biaya besar) tapi bila disokong oleh komunitas biaya ini bisa direduce…CIO harus berani mengambil jalan ini sebagai jawaban

“Atas buruknya Kinerja Admin jardinas Pasca serah terima”,

Rekan rekan di PT.Telkom sudah mengeluh..karena setiap masalah yg seharusnya bisa ditangani oleh tim jardiknas semua diarahkan ke sana.. akhirnya mungkin tahun depan pengelolaan jardiknas akan di outsource… ini baru isu.. tapi kalo terus tidak membaik saya kira itu adalah keputusan bijak.

Soal dana itu bukan masalah bagi depdiknas, terbukti tahun ini dana Jardiknas naik bahkan lebih besar dari tahun sebelumnya, apalagi ada sinyalemen 2009 kita akan dikucurkan dana APBN 20%…. tinggal bagaimana dan itu dinikmati oleh segenap lapisan pendidikan di republik ini.

Application,
Masih terpusat, tapi mulai menunjukkan keseriusan perbaikan manajemen data pendidikan, tapi disayangkan NISN dan NPSN yang merupakan program monumental perbaikan data kependidikan (salah satu bagian) harus Almarhum.. dan diserahkan kebijakannya untuk dikelola oleh daerah.. hal ini bukan membuat data jadi lebih update.. tapi lebih memalukan lagi… Beberapa Dinas menjual Kartu NISN…dengan harga Puluhan Ribu..dengan dalih pendataan, padahal pengalaman kami menjadi konsultan pendidikan sedikitnya tiap tahun dinas pendidikan kab/kota mendapatkan 4 s.d 5 sumber dana untuk update data pendidikan,

Saya dengar NISN dan NPSN akan diambil alih oleh PSP Balitbang Depdiknas, saya berharap ditempat yang seharusnya.. system ini dapat lebih maju, karena hasil analisis aplikasi padati web cukup untuk menilai kualitas kerja tim TIK PSP Balitbang.. yang sudah harusnya di Update…

Trus sekolah harus gimana ?
yach untuk kasus ini kita tidak boleh menyerah, usulkan dinas pendidikan kab-kota untuk terus melakukan update data NISN dan NPSN secara mandiri, sekolah trus melakukan pengiriman data secara off line sesai dgn format nisns dan npsn agar operator dinas mengupload data tersebut…say percaya teman2 yg dulu menggawangi nisn npsn akan terus membantu maintenace data tersebut…. kita jangan diam.. mari bergerak..

NUPTK, walau dengan teknologi aplikasi client server (dimana client ama servernya jadi satu kaya console aja) dan tersebar di berbagai Laptop para pengimput data, mungkin perlu dievaluasi karena begitu sulitnya mengakses data ini dilevel guru….

Aplikasi2 yg kita bangun masih banyak yang tidak opensource, OS yang kita gunakan banyak mengacu pada satu merk, kesungguhan menggunakan IGOS SN atau apa namanya masih sekedar “Tebar Pesona”, karena di RKS, Spektek, Lingkup pekerjaan proyek2 depdiknas.. nyata2 ditulis OS yang harus digunakan dalah Microsoft..

Kedepan…..
Yach.. kita harus berani mengatakan opensource harus diberikan tempat untuk dikembangkan,

Saat kita mulai frustasi dgn leletnya (lambatnya) dan tidak stabilnya koneksi jardiknas terobosan baru dilakukan oleh bapak jardiknas kita, anda pasti tau Siap beliau…. dengan menggunakan satu nama baru SEAEDUNET.. kita mulai disuguhi mainan lama yg dikemas baru, lebih berbobot, lebih fokus pada pencerdasan anak bangsa, bahkan memperlihatkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yg besar dengan mulai mengirimkan senopati2 IT indonesia ke beberapa negara di Asean untuk mulai merintis dan mengembangkan server-server Seaedunet di luar negeri, termasuk networking seaedu di negara asean… tidak lam lagi ini akan mulai dirollout keseluruh Indonesia(kabar- kabari kami masuk untuk Asisten dosen seaudunet yach..siap pak)… kabar terbaru Jawa timur dgn beberap ict  secara mandiri mulai menjadi provider Seaedunet…

Bagaiman dengan Sekolah anda? atau anda sendiri..
kedepan ini menjadi entry point SBI, karena pembelajaran yg disajikan secara internasional akan mendorong partnership antara kita di sini dengan sekolah2 dinegara Asean, jangan SBI jadi Spanduk bahkan Plang nama di depan sekolah. Tapi lebih kearah kualitas pendidikan dan materi yg disajikan oleh pakar2 dan ahlinya dari berbagi indonesia bahkan asean menjadi jaminan mutu pendidikan.. . sayang fokusnya baru ke PJJ PGSD dan TKJ, moga jurusan lain segera digelar.

Data,
Ah… lagi-lagi ini hanya akan jadi lahan proyek.. masing-masing di unit utama depdiknas , bayangan saja ketika kami menganalisis metadata depdiknas pada satu pekerjaan pembutan data warehouse Depdiknas.. saya menjamin bahwa tidak akan bisa di integrasikan., selama ego sektoral masih dimainkan di depdiknas.. dan hantu-hantu atau cukong-cukong proyek masih mengendalikan para pengambil kebijakan di depdiknas…

lagi lagi ini menajdi tugas berat CIO Depdiknas untuk mulai menata dan berfikir untuk integrasi data di depadiknas, berbagai data center yg tersbar harus diassesment, meta data dan struktur data depdiknas mulai distandarisasi dan tentunya kebijakan tegas terhadap pendataan harus dimulai tahun depan… karena sangat memalukan ketika data yg menjadi sumber informasi pendidikan begitu semerawut, terserak diseluruh tempat dan bentuk dan strukturnya yg nyleneh…
harus ada satu data center yang berfungsi melakukan integrasi, back-up seluruh data-data center yg ada di lingkungn depdiknas, ini mebutuhkan efort besar dan proyek yg harus diroll out secara jangka panjang, saya melihat kecenderungan proyek di depdiknas di kerjakan dlm satu tahun anggara dan waktu pelaksanaannya 3 s.d 6 bulan.

Konten,
konten lokal adalah jargon “perpindahan manajemen jardiknas” tapi setau saya..kalo sy tidak tau mhn dikasi tau.. sejak di pindahkan baru BSE yang pyur konten lokal, itupun bukan murni didevelop oleh pustekkom yg menjanjikan konten lokal….tapi kerja sama dgn pusbuk. say sempat menelusuri ternyata benar.. pustekkom hanya menyediakan tempat menyimpan BSE tersebut..
trus konten lain ???

yach harus kita bangung begitu intinya :) )

Pelatihan,
saran saya para pimpinan melakukan pelatihan mandiri bagi guru2 dan staffnya dlm menggunakan IT dengan bekerjsamma dgn ICT center yg ada di kab-kota, tidak usah menunggu janji2 manis pelatihan dari pusat, kita lakukan sesuai kebutuhan kita tanpa di tumpangi pesan2 sponsor yang cenderung mengarahkan kita pada satu produk..

Kurikulum…
dilpangan kita masih kesulitn mencari anak-anak lulusan sekolah TIK yang spesialis dibidang Database seperti Oracle, MYSQL, SQL Server , tapi hasil menarik adalah kita mulai secara perlahan menguasai teknologi opensource khusunya JAva melalui kegiatan pelatihan Jeni, dan game technologi, anak-anak kita mulai mampu mengembangkan game untuk dimainkan di HP, mengembangkan Mobile Learning, bahkan di beberapa proyek skala nasional anak2 d3 tkj mulai belajar menggunakan J2SE bukan hanya J2ME.. lebih pada aplikasi skala enterprise berbasis java, walau mereka sebagai operator, tapi saya kira dgn pengalaman sekelas nasional penerbitan passport se-indonesia akan membukan wawasan mereka tentang opensource yg tidak hanya melulu kita berkelahi di OS…

Rekan-rekan pejuang-pejuang It di Prov kita perkenalkan dgn pola pengawasan sistem penerbitn passpot yg rumit dan sangat kritis karena aplikasi transaksional. mereka mampu menjalani ini, jadi …. kalo anda ingin mengurus passport silahkan menghubungi mereka mantan2 konsultan ICT BPKLN.. dijamin anda tidak kena calo hahahahahha. ..serius

kedepan satu gawe besar bangsa ini akan dikawal mereka “PEMILU 2009″ tidak tanggung-tanggung mereka kita perkenalkan dgn institusi bernama POLISI, untuk menbantu pengamanan Pemilu di 507 Titik Polres se-Indonesia. .. jadi.. kontribusi apalagi yang harus anda, kita berikan untuk bangsa ini ????

banyak..sambil merenung …pasca ramadhan 1429 H ini.. apa yg harus kita buat, kuncinya mulai dari diri kita sendiri, lakukan dulu hal yg kecil-kecil ke besar dan dimulai dari sekarang…. .. mari maju bersama dikmenjur katanya….

Organisasi..
munculnya klub guru, menjadi alternatif lain selain PGRI… kedepan saya sarankan semua kepala sekolah untuk memasukkan gurunya bergabung di klub guru…saya yg mantan guru boleh nga ni bergabung ?? hehehehehe, pesan saya buat klub ini jangan menjadi underbouw partai politikmenjelang pemilu 2009. harus netral demi tercapainya tujuan memakmurkan dan mensejahterakan nasib  para guru.

Akhirnya saya dan Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, selamat berkumpul dengan keluarga, salam hangat dari kami.

Regards

Muhammad Nasir
nasirdb_jpr@ yahoo.com
nasirdbjpr@gmail. com,
mPhone 085220147995
Kunjungi Blog Saya di http://nasirdbjpr. wordpress. com , dan
htttp://nasirdbjpr. blogspot. com

Lama Tidak ngblog

Semangat….

Entah kenapa usai mei 2008, semangat untuk ngeblog turun drastis, balik bandung trus bolak balik jakarta-bandung untuk jadi konsultan project PIKNAS (Pusat informasi kriminal nasional) Polri, sibuk seh tidak terlalu, tinggal pree instalation sekaligus mengecek instalasi aplikasi and jaringan di lab termasuk uji fungsi aplikasi(wach ini bisa jadi bahasan tersendiri dech) sebelum di deliverables ke-kewilayahan.. (ini juga baru pulan dari daerah pengawasan proses implementasi di kewilayahan)

Lanjut

kesibukan berbarengan dengan jadi konsultan pengawas di Project SPRI (Surat Perjalanan Republik Indonesia) atau Passport-lah bahasa kerennya, SPRI mungkin sebuah proyek yg menjadi sorotan publik, buktinya anda bisa baca di :

http://www.metrotvnews.com/new/berita.asp?id=64180

http://www.metrotvnews.com/new/berita.asp?id=64616

http://www.metrotvnews.com/new/berita.asp?id=64036

http://www.metrotvnews.com/new/berita.asp?id=63951

http://www.metrotvnews.com/new/berita.asp?id=63713

dan banyak lagi yg bisa anda cek dengan kata kunci “SPRI”, E-Passport, atau “Imigrasi”, ceritanya puanjang buanget, tapi nanti saya sisipkan yach dikit-dikit dengan sudut pandang yang berbeda, termasuk cerita pengawasn dikanim(kantor imigrasi) oleh seluruh tim konsultan pengawas se-indonesia, moga cerita mereka menjadi hikmah betapa luasnya dan beragamnya masalah IT di Republik Indonesia Raya ini…

uahhh. nguantuk, tapi mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa, met kerja, met mudik, met semangat-semangat dll dach..termasuk yang lagi ikut nimbrung mumet-mumet hehehe ah jadi ngelantur..biar aja dech

Di SEAMOLEC

Selesai Rakor Pendamping perencanaan, sabtu 26 april 2007, degan menggunakan bis pariwisata kami ber-60 diboyong Pak GHP ke Seamolec, apa itu seamolec dapat anda liat disini , ada beberapa informasi yang diberikan berkaitan dengan program-program seamolec, diantaranya :

yang menarik adalah rekan rekan bisa menjadi Mitra SEAMOLEC ada mitra 150(khsusus untuk perguruan tinggi) dan mitra 500, untuk mitra 500 ditujukan khusus untuk ICT Center, MGMP, Dinas Pendidikan dan kelompok2 belajar, Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK dalam menjadi pusat-pusat pelatihan berbasis UDL, yang terkonsep Jarak Jauh dan bersertifikasi level Internasional. nach menarik khan khususnya rekan-rekan guru yang sedang menjalani tahapan Sertifikasi, kami berharap sekalian mendapatkan ilmu memanfaatkan IT bapak ibu juga mendapatkan kum untuk sertifikasi internasional, sudah pasti berbiaya Murah, perhitungannya adalah diprediksi sampai mereduce cost 50%.

Khususnya penyelenggaraan S1-PGSD berbasis Pendidikan Jarak Jauh, menurut Pak Indarjati Sidi, Mantan Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI, bahwa negara-negara maju mempunya APM sebesar 70% dilevel SMA/SMK dan 40% di Level Perguruan Tinggi, Bagai mana dengan Kita ? karena ada hampir 80.000 guru kita yang belum S1.

Indonesia tiap tahun meluluskan 2,2 s.d 2,5 Juta siswa SMA/SMK Per-tahun, diserap oleh perguruan tinggi adalah 350 ribu Siswa dan diserap oleh Lapangan Pekerjaan adalah 350 Ribu orang berarti ada sekitar 1,5 Juta siswa yang menjadi pengangguran, tidak terdidik, dan tidak mempunyai kecakapan hidup, akhirnya menimbulkan masalah sosial, bagimana dari 1,5 juta ini, satu juta saja kita berikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, bersertifikasi, terukur dan terstandar internasional dengan Pola PJJ ? dengan memanfaatkan perguruan-perguruan tinggi yang berkualitas untuk membantu kita dalam sistem UDL dan Dosen Pengajar serta pemikiran-pemikiran teknologi, dan beberapa perti sebagai provider penyelenggara pendidikan yang murah.

Bayangkan saja, example yang disampaikan pak GHP, UDINUS mempunyai mahasiswa reguler ada 1000/Angkatan, bisa ditingkatkan jumlahnya menjadi 6000/ angkata dengan pola PJJ, karena tatap muka hanya dilakukan 1 minggu blok waktu, sisanya belajar mandiri. biaya yang dibebankan kepada mahasiswa menjadi 70 % s.d 50%, sehingga pendidikan murah dan berkualitas dapat terjangkau oleh anak bangsa di negeri ini. saya percaya dengan teknologi ICT kemahalan pendidikan dan kesenjangan mutu kualitas dapat kita kurangi satu persatu.

Bagiamana menurut anda ?

Dari Rakor Pendamping perencanaan Pendidikan

24-26 di hotel pitagiri Jakarta,

Agenda yang dibahas adalah :

  • Penjelasan Strategi mei-juni 2008
  • Evaluasi Kinerja Maret – April 2008
  • Evaluasi diri MEnuju Perubahan

Setelah kembali dari penerbangan panjang 6 jam dari manokwari-papua barat ke JAkarta trus singgah sebentar ke Bandung, esok harinya menuju Jakarta untuk RAkor, temu kangen dengan seluruh rekan-rekan yang berasal dari seluruh Indoensia.

Spesial pertemuan kali ini, karena hampir 1 bulan energi fisik dan pikiran dikuras untuk menghadapi perubahan yg begitu berat ” JARDIKNAS R.I.P, & Pindah Manajemen dari BPKLN ke PUSTEKKOM, sehingga terhitung sejak saat itulah kami tidak lagi mengurusi Jardiknas. goodbye amd conte Partiro Jardiknas.

Dua bulan kedepan direncanakan hanya berkonsentrasi Pada DAPODIK, khususnya NISN dan NPSN, wuah.. berat, karena keduanya memerlukan stabilitas koneksi jardiknas yang luar biasa, karena link intranet yang sering byar-pet dan internet IIX yang tinggal 20 Mbps,

saya coba berdiskusi dengan beberapa teman, yang kebetulan mengerjakan beberapa Proyek data di Depdiknas, ternyata sulit sekali mempertemukan dan menyatukan satu visi IT di Depdiknas karena ini melibatkan berbagai kepentingan, baik Birokrat, Pengusaha dan Legislatifnya… akhirnya kami berkesimpulan harus ada yang memulai menyusun ” MASTER PLAN BLUEPRINT IT DEPDIKNAS” yang melibatkan semua unit utama, Kantor2 pusat, balai dan organisasi Depdiknas yang berada diluar struktural Depdiknas untuk duduk bersama menyusun blueprint IT tersebut. karena dengan adanya Blueprint tersebut, akan diatur berbagai hal, pada umumnya adalah Data, Aplikasi, Teknologi, dan Kebijakan dasar IT. akan saya bahasa lebih lanjut di tulisan berikutnya

have nice day

Mendiknas Batal Vicon karena Jardiknas Tidak Stabil

Mungkin ini berkah atau Bencana yag ditampakkan

pasca serah terima JArdiknas ke Manajemen yg baru, rekan dan partner saya di Jawa tengah Pak Kasmadi melaporkan akan ada kunjungan mendiknas tgl 12 april 2008 ke JAwa Tengah, beliau kebetulah sesepuhnya Jateng di bidang ICT diminta diknas Provinsi untuk menyiapakan berbagai hal termasuk Vicon mendiknas dengan beberapa dinas pendidikan, sekolah, ict center dan provider PJJ (pendidikan jarak jauh), eh.. persiapan sudah dimatangkan datanglah masalah ini ..

http://jardiknasjateng.org/blog/?p=1915

——————–kutipannya————-

Kami laporkan kepada semua warga di jawa tengah, hasil rapat pada hari ini rabu 09 april 2008 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, salah satu kegiatan protokoler untuk teleconfren dibatalkan, yang awal direncanakan akan diadakan dialog langsung dengan teleconfren antara bpk mendiknas dengan peserta bpk/ibu kepala sekolah SMK dan SMA yang akan ditempatkan di 7 Provider di Jawa Tengah, disebabkan banyak hal, diantaranya;
1. dengan perpindahan jardiknas dari Biro PKLN ke pustekom yang masih sering down, yang belum stabil sejak mulai 1 april sampai sekarang 9 april 2008;
2. direncanakan peserta vicon akan bertempat di provider di masing2 wilayah jawa tengah sebanyak 7 provider, karena waktu dekat sehingga kesulitan dalam mengundang bpk/ibu kepala sekolah baik SMK dan SMA;
3. Tempat rakor akbar yang direncanakan di Hotel Lor in Solo, dengan peserta bpk/ibu Walikota/Bupati dan bpk/ibu Kepala dinas pendidikan kota dan kabupaten sebanyak 35 yang belum konek dengan jardiknas, walaupun hasil konfermasi kami dengan pihak telkom drive IV semarang khususnya mas setyo nugroho yang siap membantu pasang jaringan di hotel, terima kasih kami ke temen2 pihak telkom, dan mo suport bandwithnya juga;
4. pengendali MCU yang tidak ada orang standy ditempat, walaupun mas Bondan siap membantu kelancaran akan langsung diremote, jika ada kendala secara langsung ditempat MCU, akan kesulitan dalam penanganannya, kami ucapkan banyak terima kasih kepada mas Bondan;
5. dan mas Wawan yang diutus oleh bpk kepala dinas pendidikan provinsi pada hari senin datang langsung ke pustekom dan bertemu mas dwi, karena pustekom belum siap, akhirnya mas wawan ke Biro PKLN bertemu mas Dody dan langsung ke ruang Biro PKLN, dan ada kabar juga sekarang Biro PKLN tidak lagi mengurusi Vicon,
dengan beberapa hal tersebut diatas, maka hasil rapat pada hari rabu ini, salah satu protokoler teleconfren dibatalkan, kami mewakili dari dinas pendidikan provinsi, jika informasi pembatalan mendadak ini tidak berkenan kepada bpk/ibu di provider, bpk/ibu kepala sekolah SMK dan SMA dan bpk/ibu yang terkait kegiatan rakor akbar serta sub pendamping serta pendamping dinas kota dan kabupaten, jika tidak berkenan hati, mohon untuk dimaafkan, dan secara pribadi kami mohon unt dimaafkan, semoga kegiatan lain waktu teleconfren ini bisa berjalan lancar dan sukses, amin 3x
http://jardiknasjateng.org
http://jardiknasjateng.org/blog/
+628164279648

———————-akhir kutipan———————

Kelihatannya pak Mentri dah merasa neh.. moga moga pimpinan Pustekkom segera dipanggil, klarifikasi lah minimal.

JARDIKNAS R.I.P, Mengajari kecurangan

itu yang terasa beberapa hari ini, setelah posting saya dimilis dikmenjur dan indowli mengenai RIP Jardiknas, berbagai dukungan pun mulai datang, mulai dari dukungan moril sampai dukungan konfigurasi he he he .. nach yang terakhir ini menjadi sesuatu yg menarik, trus saya masih abu-abu untuk hal ini mungkin ada pembaca yg dapat memberikan info jelasnya,

begini

sejak R.I.P nya jardiknas, beberapa teman mengatakan bahwa DNS (domain Name Server) Jardiknas yang 118.98.224.2 dan 118.98.224.3 telah tamat, saya traceroute (kebetulan pake Depdiknux) ke ip tersebut ternyata replay, trus saya masih penasaran saya ping ke ip 118.98.224.4 ternyata replay, tapi saya coba browser ke intranet jardiknas di http://nisn.diknas.go.id, tidak bisa, penasaran saya coa lagi yg htpp://uploader.jardiknas.org , tetap tidak bisa, penasaran saya reset semua modem, router dan proxy server, dan mengulangi proses tadi ah..sama saja,

akhirnya saya mendapat jawaban dari beberapa rekan-rekan pemerhati di milis indowli dan dikmenjur serta jardiknas untuk coba mengganti DNS.. weks, dengan DNS ini :

alternatif :
202.134.1.10
202.134.1.7
202.134.1.1

dan atau DNS

202.134.0.5 dan 202.134.2.5.

DNS ini saya dapatkan dari informasi tidak Resmi, berarti Ilegal(dalam scope jardiknas ini tidak dirilis resmi), menurut saya PT.Telkom juga sudah memberikan alokasi pada masing-masing pelanggannya termasuk JARDIKNAS, nach yang terjadi adalah beberapa node tetap koneksi internet tapi menggunakan DNS yang nga resmi tersebut (kebetulan alternatif 202.134.0.5 dan 202.134.2.5 yg paling top cer (begitulah laporannya), saya berpikir-pikir ini akan mengajari orang lain berbuat curang, Dinas pendidikan, sekolah dan siswa jadi Curang dalam mengakses internet, saya tidak tau apakah menggunakan dns lain yg tidak ada dalam aturan/perjanjian networking itu dibenarkan ? harusnya tidak… menurut saya.

Karena dampaknya luas sekali, karena ada 1024 router diluar sana, ada ribuan pengguna yg akan melakukan hal tersebut, jadi baiknya mana? diam-diam nyolong, atau segera terbitkan DNS baru untuk jardiknas ? (ini sama beratnya karena SDM admin baru mengecewakan) Penonton Kecewa…..(kaya iklan membacanya)

jadi sebaiknya Admin Baru Jardiknas (Pustekkom) segera merilis informasi-informasi berkaitan dengan konfigurasi baru Jardiknas, dan tentunya alasan-alasan logik yang dipakai untuk memangkas bandwidth jardiknas sampai 75%(sampai hari in dari 3 milis yg saya pantau, dikmenjur, jardiknas dan pustekkom-dc belum ada informasi resmi dari pustekkom) . sehingga kami pengguna tidak terjebak melakukan hal-hal diluar kontrol sistem ini sendiri, kita akan ditertawakan akan ditegur orang kalu kita tidak punya etika dalam ber-internet dan membangun jaringan ini kedepan.

Menurut anda bagaimana seharusnya ?

Dampak R.I.P jardiknas 3

Masih seputar Jardiknas,

Milis dikmenjur@yahoogroups.com dan jardiknas@yahoogroups.com makin hangat pembicaraan tentang jardiknas, beberapa rekan mulai kasak-kusuk mencari bagaimana caranya koneksi yg selama matisuri dapat berjalan untuk akses berbagai keperluan pendataan bisa berlangsung(kita cerita di topik berikutnya “JARDIKNAS R.I.P Mengajari kecurangan), dampak yang paling  fatal adalah pada dua situs pendataan siswa dan sekolah yaiitu :

  1. Nomor Induk siswa Nasional (NISN) http://nisn.diknas.go.id
  2. Nomor pokok Sekolah nasional (NPSN) http://npsn.diknas.go.id
  3. Operator Dapodik http://operator.jardiknas.org (digunakan untuk manajemen siswa dan sekolah edit, add, del, update, termasuk approve perpindahan = mutasi)
  4. Webloader  http://uploader.jardiknas.or (digunakan untuk upload data-data siswa ke database Jardiknas di Senayan)

dan masih banyak situs lain yang saya kira juga cukup signifikan, tapi karena saya bergelut lebih dibidang ini maka mungkin saya akan menjelaskan apa dan bagaimana dampak luar biasa itu terjadi hari ini.

NISN,

dengan lumpuhnya jardiknas berarti ada 420 kab/kota dan 33 provinsi yg tidak bisa mengakses data siswa secara on-line, didaerah kami data ini dijadikan bahan untuk perencanaan, melihat data real siswa by name, bukan hanya jumlah yag sering dimanipulasi, tapi by name sehingga terlihat denga jelas data-data siswa yg ada disatu satuan pendidikan (sekolah), gunanya adalah kontrol berbagai macam subsidi dan bantuan untuk sekola hseperti BOS, PKS-BBM, siswa Miskin, Daerah Terpencil, BOM, dll.

NPSN,

Data sekolah kami di Papua barat mendekat 98% hasil pendataan, atau kebenarannya ini artinya kapanpun dan dimanapun pejabat provinsi dapat melihat sekolah yang ada diwilayah mereka (tentunya berbantu akses interent) kami merasakan dengan luasan,  medan dan topografi yg terbentang dari gunung2, pedalaman , pantai sampai kepuluan pendataan jangka panjang yag berkelanjutan menjadi “Keharusan” dalam memperbaharui data, pengalaman saya ketika menjelang UN kita kelabakan dalam menentukan jumlah sekolah kita, karena data yg tidak valid, akhirnya NPSN sementara menjadi penyelamat data mentah sekolah kita. manfaat lain Pemda bisa mengakses data sekolah dalam saat itu juga (mau bilang realtime lah) tidak perlu proses bertele2 hanya untuk melihat data dan jumlah sekolah.

Operator Dapodik

situs ini memang dikhususkan untuk operator dapodik di setiap dinas Kabupaten dan Kota, termasuk provinsi dan beberapa mahasiswa D3TKJ yang kami angkat dalam membantu proses pemuktahiran data tersebut, banyak menu dan submenu yang menjadi kerjaan di situs tersebut, tapi dampak yang paling terasa adalah “MUTASI” siswa dari satu daerah kedaerah lain, dengan Wassalamnya Jardiknas berarti operator tidak dapat melakukan Aprrove Mutasi, sehinga siswa blm dapat melakukan administrasi perpindahan sekolah, ini memang baru uji  coba tetapi didaerah di indonesia ini sudah mulai diterapkan. ditempat kami direncanakan juli 2008 di launching.. tapi itu hanya mimpi.

Webuploader

ini situs yang kami gunakan untuk uploader data siswa ke data base Dapodik di Senayan Jakarta, teknologi ini berbasis web, sehingga memudahkan dalam segala hal baik maintenace and repair termasuk updating aplikasi, karena dgn teknologi web server aplikasi telah diubah di pusat(menu view or disainnnya), maka seluruh client yang akses akan mendapatkan bentuk updating terbaru tersebut.
menurut saya ini lebih cerdas dibanding saudaranya NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga Kependidikan) yang dikelolah oleh PMTK lihat di http://nuptk.info apa kecerdasannya yach memudahkan proses realtime penampilan data , mencegah terjadinya redudansi, mudah dan tidak lelet saat mengaksesnya. tidak perlu mengirimkan cd database ke jakarta untuk di generate (istilahnya batch fle) seperti aplikasi-aplikasi lain.

Prestasi terbesar kami dan seluruh Pejuang dan Militan JArdiknas yang lama Adalah ” telah terdata  42.053.296 Juta Siswa see http://nisn.jardiknas.org/cont/data_statistik/index.php diseluruh Indonesia Raya, yang konon kabarnya dibanggakan MEDIKNAS di REmbug Nasional Penddikan 2008 di sawangan Jakarta, namu konon kabarnaya ini juga akan di R.I.P jilid 2 dan di ambil alih oleh salah satu saudara tua di PSP (pusat statistik pendidikan) Balitbang Depdiknas, and the apalagi yang akan kau rebut…sobat, semua sudah kami berikan, kami tuntaskan kerjaan ini, tapi tidak kau berikan kesempatan kami menikmatinya barang sedikit saja.

Teringat ketika “Peresmian Jardiknas” oleh Presiden RI di Bali dalam Forum SEAMOLEC se-asia tenggara, diadakan teleconference hampir di 30 Node Jardiknas, saat itu saya mengawangi di site vicon  S2-Perencaan ITB, Pak Ibenk leadernya disana,  ah.. hanya kenangan ups..

R.I.P Jardiknas 2, link yang berkaitan Langsung

Membaca antusiame para blogger yang mampir ke blog saya, kiranya perlu untuk saya menambahkan beberapa link yang berkaitan erat dengan kronologis Berdiri sampai dengan Matinya jardiknas, semoga ini dapat membantu memberikan pencerahan detik-demi detik proses yang terjadi, berikut linknya ;

Situs resmi jardiknas

http://jardiknas.diknas.go.id/

Blog Halid Mustafa :

http://khalidmustaf a.wordpress. com/2008/ 01/05/pemindahan -jardiknas- dari-biro- pkln-ke-pustekko m-anugrah- atau-musibah

semoga membantu informasi yg ada.