This Is Desember

Rinai hujan di bulan Desember selalu mengingatkan saya tentang masa kecil s.d remaja di Jayapura, kota tempat lahir dan saya dibesarkan, desember bagi kami orang papua adalah ibarat bulan yang penuh warna, penuh gairah dan sangat dinantikan, riak-riak politik lokal dan keberagaman mulai terasa disana.

Desember tanggal 1 selalu menjadi masa siaga satu bagi TNI dan Polri karena pada tanggal itu perayaan hari ulang tahun OPM, Organisasi Papua Merdeka, saya melewati hampir 20 tahun masa-masa itu, saat ini stigma kerusuhan penembakan sudah jauh berganti di ubah menjadi ibadah gereja, semoga menjadi hal baik berikutnya di tanah Papua.

Saya teringat jaman SD di taman IMBI, didepannya ada kantor DKIJ dewan kesenian irian jaya kala itu, berseberangan dengan DKIJ atau bersisian dengan taman IMBI ada toko pasifik dan bioskop IMBI, DKIJ didepannya ada tiang bendera yang beberapa kejadian disana dikibarkan bendera Bintang Kejora, dan pada akhirnya saat ini tiang bendera itu sudah di potong oleh TNI/Polri. bersebelahan dengan Gedung DKIJ ada Toko Aneka, jaman tahun 80- an, itu merupakan toko elektronik terbaik di kota jayapura. toko pasifik kami sering membeli gula dan kebutuhan rumah tangga, termasuk elektronik dan oleharaga khsuusnya raket bulu tangkis, paling asyik mencari minyak singer untuk perawatan mesin jahit Buttler Fly milik ibu saya.

seiring berlalu tanggal 1 tanggal 2 s.d menjelang natal merupakan hari-hari sibuk mace-mace dan pace-pace untuk mempersiapkan natal, biasanya selepas magrib saya dan rekan-rekan turun di jalan irian atau depan toko aneka dan toko pasifik ikut berjualan kembang api, air mancur, roket dan kadang-kadang petasan, untuk jajan cukup dengan menyeberang kesebelah ada pusat jajan di depan kantor Pelni, pisang, tahu, tempe dan ubi serta betatas goreng lengkap tersaji disana.

di kompleks APO Gunung pasti kami juga menyiapkan keramain tersebut, meriam pipa karbit mulai di pasang dengan arah menuju ke kota dan menuju ke POLDA hahaha memang cari gara-gara, untuk mendapatkan pipa terbaik kami harus mencarinya ke Tangga Seribu (benar-benar tangga yg jumlahnya ada 1000 berbatasan dengan kompleks angkasa),yang dicari adalah pipa bekas yang tidak terpakai lagi untuk sistem pengairan yang dibangun oleh belanda, medan menuju lokasi sangat-sangat berat kira-kira 2 jam perjalanan menanjak menuju lokasi tersebut, ukuran pipa yg kami dapatkan bisa berbagai ukuran, dan untuk membawanya kelokasi main meriam karbit di panggul beramai-ramai, kadang medan yg sulit kita kasi meluncur saja kebawah.

pipa bagian bawah kita tutup dengan ember kaleng dan kain agar tidak bocor dan beberapa cm diatasnya di lubangi ntuk memasukkan karbit dan air, posisnya kita buat persi seperti meriam yang menembakkan rudalnya. meriampun siap untuk menggelegar, tiap hari selepas pulang sekolah kami menuju pondokan itu untuk bermain meriam, karena posisi kami yang strategis dentuman meriam bisa terpantul seantaro kota jayapura dari klofkamp sampai APO, ini yang kadang membuat kami dikejar-kejar pak polisi untuk menghentikan aksi meriam karbit ini, tapi selalu gagal kenapa karena menuju ke lokasi kami pak polisi harus manjat gunung kira-kira 1, 5 jam perjalanan, jika sampai meriamnya tidak kuat untuk di bawa ke Polres Jayapura, akhirnya hanya di bongkar atau dibuang kebawah jurang, malamnya kami pungut kembali dan menempatkan di posisi semula untuk besok bermain kembali, ah serunya, saat pengintai kami sampaikan ada polisi naik, pasti baku cakar kami lari berhamburan menghilang diantara semak-semak dan hutan gunung APO, langsung pulang kerumah dengan menyusuri jalan-jalan tikus rahasia, mandi dan pura-pura manis di rumah, dasar anak-anak.

Dari gunung-gunung seberang seperti APO gunung, Dok II, Pemancar Bayangkara, Polimak, Batu Putih, Gajah putih pun sama, meriam-meriam karbit bersahut-sahutan memamerkan siapa punya yg paling keras bunyinya, belum lagi pondok-pondok natal yang akan mendengarkan lagu-lagu natal 24 jam, semakin memeriahkan desember di jayapura.

Tradisi paling berkesan saat perayaan hari-hari besar agama di Jayapura adalah kebersamaan, penghormatan dan silaturahmi, kami yang muslim selain membantu memasak membuat kue, ketupat tetangga beragama kristen yang akan menyiapkan natal, juga membantu mengecet rumah tentunya dengan upah borongan untuk main meriam karbit dan beli kembang api hahahaha.

pagi natal setelah gereja pagi, kira-kira jam 10 mulailah saatnya pegang tangan, alias berkunjung kerumah tetangga yang merayakan natal, sekedar mengucapkan natal, say hallo bertukar cerita dan tentunya cari kue dan minuman kaleng hihihihi, muter dari rumah-kerumah, soal kenal tidak kenal urusan nomor sekian yang penting kantong penuh dengan kue dan minuman serta poro takancing karena kebanyakan makan, biasanya habis muter dari tetangga kita berkumpul di depan masjid nurul yagin dimana disampingnya ada lapangan, cerita tentang makanan, kue dan pelayanan yang didapatkan hahaha.

hari berikutnya kunjungan ke guru-guru atau teman jauh di luar kompleks, tidak ada acara ke tempat-tempat wisata seperti yg saya rasakan saat di jogja, bandung dan jakarta saat ini, kerukunan ini terus terjaga sampa hari ini, semoga merupakan budaya baik yg benar-benar diimplementasikan oleh generasi muda di jayapura, disaat kerukunan itu hanya jargon dan simbol-simbol semata, dan saya yakin percaya hanya dengan ketulusan silaturahmi seperti itulah kerukunan antara pendatang-putra deerah dan aseli papua terjalin, ini sudah dibuktikan berpuluh-puluh tahun lamanya jayapura khususnya lolos dari ancaman-ancaman kerusahan Agama.

Desember selalu dihati, selalu terkenang jayapura, pasti ramai saat-saat ini, meriam-meriam disiapkan pondok-pondok dibangun, orang-orang senang karena ada libur OTSUS toh hehehe.

Status di Hotel dan Singkong Rebus

Desember seperti ini biasanya banyak kegiatan baik dilakukan di lingkungan kerja maupun terpaksa harus di luar kota, perbedaan sedikit mencolok ketika melihat Time Line Medsos teman-teman yang menurut saya sedikit tiarap dari status di Hotel dan mengeluh snack makan singkong rebus :D, hahaha.

bagi dunia pendidikan khususnya kemdikbud ini sebuah hal yang perlu disikapi, kegiatan dapat dipindah ke sekolah-sekolah yang punya aula, atau LPMP, balai diklat atau P4TK yg menurut saya cukup representatif untuk pertemuan-pertemuan seperti sosialisasi, pelatihan dan lainnya,

soal snack, ini sarapan pagi saya hari ini, jajan pasar, natural dan selera indonesia. ada gemblong, cucur, dadar gulung, gethuk

2014-12-04 09.24.23

selamat pagi

Darimana Datanya “Pendidikan Indonesia yang Gawat Darurat”

Saya mengutip pernyataan Mas Menteri Pendidikan Nasional  Anies Bawesdan pada pertemuan dan pengarahan Kepala Dinas Pendidikan Se-Indonesia di Jakarta, bahwa pendidikan Indonesia dalam keadaan Gawat Darurat, mari kita lihat satu cuplikan gambar presentasi beliau didepan para kepala dinas yang bersumber dari Twitter resmi Kemdikbud @Kemdikbud_RI

Kemdikbud

Mengapa beliau sampai mengatakan gawat darurat datanya dari mana? intepretasi saya terhadap gambar tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Rendahnya minat baca orang Indonesia, berdasarkan data tahun 2012 oleh UNESCO (http://en.unesco.org) 1 dari 1000 orang indonesia yg mempunyai minat baca atau 0,0001
  2. Peringkat nomor 2 terendah dari bawah pada pemetaan PISA tahun 2012, apa itu PISA, menurut situs resminya http://www.oecd.org/pisa/aboutpisa/The Programme for International Student Assessment (PISA) is a triennial international survey which aims to evaluate education systems worldwide by testing the skills and knowledge of 15-year-old students. ” , penilaian yang dilakukan meliputi kemampuan membaca, matematika dan sains  hasilnya secara lengkap bisa di unduh pada hasil PISA 2012
  3. Tahun 2011, Peringkat 40 dari 42 negara yang mengikuti pemetaan TIMSS bidang literasi sains, hasilnya bisa anda unduh disini TIMSS kepanjangan dari (Trends in International Mathematics and Science Study) adalah sebuah project yang dikembangkan oleh IEA (International Association for the Evaluation of Educational Achievement) yang menilai kemampuan matematika dan sains sebuah negara pada tingkat 4 dan 8 (di indonesia kira-kira kelas 4 SD dan kelas 8 SMP) penilaian dilakukan secara berkala 4 tahun sekali, tahun  2015 akan dilakukan kembali semoga RI dapat naik peringkatnya dan pembuktian Mas Menteri Anies Bawesdan dalam memimpin kemdikbud, saya optimis itu dapat terjadi melihat prestasi sains dan matematik anak-anak republik ini dipentas olimpiade sains dan matematik cukup membanggakan.
  4. Rendahnya nilai UKG Uji Kompetensi Guru, tiga point diatas dapat diplesetkan untuk ngeles oleh para pengelola pendidikan itu kan standar “ASING”, nah ini yg lebih darurat lagi, mengapa demikian, wong soal, materi dan sistem di buat oleh orang indonesia sendiri, kebetulan saya kenal dengan yang menggawangi UKG yaitu mas Rafi dan tim salah satu pengajar di VEDC Malang, penyelenggara UKG sendiri dibawah tanggung jawab BPSDMPK PMP Kemdikbud,  nilai rata-rata hasil UKG adalah 44,5 dari standar yang diharapkan 70. ini telak menjawab kenapa tiga point diatas. pameonya guru kencing berdiri murid kencing berlari, lah gurunya nilainya hanya rata-rata 44.5.
  5. Mutu pendidikan indonesia ada di peringkat 49 dari 50 negara, sayangnya BPSDMPK PMP tidak merilis hasil EDS (Evaluasi Diri Sekolah) 2014 secara publik, jika itu dirilis saya yakin kita akan terkaget-kaget melihat hasil delapan standar mutu pendidikan Republik Indonesia.

Ini belum dikaitkan dengan indeks keterbukaan informasi publik dan pelayanan prima, kebetulan saya pernah mengikuti pertemuan dan diskusi OGI UKP4,karena masuk pada tim open school,  pengaduan terbesar pada https://lapor.ukp.go.id ada pada bidang pendidikan, sungguh luar biasa masalah pendidikan direpublik ini, pantas saja mas menteri Anies Bawesdan mengatakan Gawat Darurat yang menurut saya perlu masuk ICU dan perlu perawatan cukup lama untuk pemulihan,

sebelum saya capek menulisnya data-data diatas anomali dengan laporan Mendikbud 2009-2014 pada Rembuk nasional pendidikan terkait Hasil-Hasil Ujian Nasional, dimana hasil UN baik-baik saja, tingkat kelulusan didaerah banyak yang mencapai 100% tapi tidak berkorelasi dengan point-point yang disampaikan diatas, anomali berikutnya adalah prestasi olimpiade Sains dan Matematik RI luar biasa membanggakan dari medali emas, perak perunggu telah di raih anak-anak kita, lah trus kesalahannya dimana ?

Sekedar saran saya menghadapi tahun 2015, diera pemerintahan baru pak Jokowi, sudah benar dilakukan evaluasi kurikulum 2013, arahan pencapaian mutu pendidikan mengacu pada standar-standar IEA yang telah ditetapkan, untuk meningkatkan literasi reading perbanyak kewajiban anak-anak sekolah membaca Text Book, dimulai dari gemar membaca novel-novel sastrawan indonesia seperti Tenggelamnja Kapal Van der Wijck, Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai, di bawah lindungan Ka’Bah, Salah Asuhan, laskar pelangi, lupus dll, untuk sains dan matematika mau tidak mau untuk jenjang SMP s.d SMA/SMK sudah mengacu pada buku-buku Text Book kuliah, karena soal-soal di PISA benar-benar mengutamakan nalar, logika penyelesaian bukan hafalan semata, siswa-siswa kita juara olimpiade sains dan matematika boleh di klarfikasi materi pelajaran pementapan mereka mengacu dari mana ? (saya pernah mengunjungi dan berinteraksi di salah satu sekolah negeri unggulan DKI Jakarta SMANU Mohammad Husni Thamrin di daerah Bambu Apus Jakarta Timur tidak tanggung-tangung untuk fisika mereka mendatangkan guru pengajar sekelas Prof.Yohanes Surya, dan buku pegangannya Fundamentals of Physics karya  David Halliday, untuk matematika buku pegangannya adalah Calculus karya michael Spivak), jika dibanding jaman saya sekolah, saya baru belajar menggunakan Text Book ketika mulai kuliah dan lebih intens ketika magister TI di ITB, inipun bukunya lebih banyak dijadikan bantal tidur saking tebalnya dan pusing membacanya hehehehe ..

Soal UKG ini yang aneh menurut saya perlu di teliti lebih jauh, apakah pemahaman konten yang lemah atau jangan-jangan tidak bisa menggunakan komputer (maklum UKG dilakukan online), kata orang IT salah mencet jawaban.

Soal Mutu BPSDMPK PMP Kemdikbud melalui program padamu negeri menurut saya sudah on the track, mulai melakukan pemetaan 8 Mutu pendidikan melalui EDS (evaluasi Diri sekolah), PKG Penilaian Kinerja Guru dan Uji Kompetensi Guru (UKG), PKB (Pengembangan keprofesionalan berkelanjutan), kedepan penilaian kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan pengawas sekolah perlu dilakukan, dan satu lagi DINAS PENDIDIKAN, perlu dilakukan penilaian terhadap satu lembaga ini entah bagiamana caranya… speak less.

Jadi masih bersyukur kita, bahwa menteri sadar dan mau jujur terhadap kondisi pendidikan negeri ini, yang beberapa dekade ini selalu ditampilkan baik-baik saja, aman-aman saja, seolah-olah sistem pendidikan itu hanya milik Indonesia yg lain nyewa, tidak perlu standar-standar, cukup lulus UN selesai. semoga kesadaran ini menjadi hikmah buat insan pendidikan untuk mulai bangkit, menata dan mengatur “mutu pendidikan” yang selama ini kita pungguni seperti maritim yg selama ini kita lupakan.

Duplikasi data PTK

pagi-pagi selesai sholat subuh menyelesaikan beberapa kerjaan yang perlu finishing, rebes, lihat2 TL kang emil walikota bandung di @ridwankamil ahaaaeee.., tergoda juga untuk mention beberapa hal yg memang sedikit terkait dengan pekerjaan saya.

Duplikasi data PTK yang di terima kang emil dari FKGH bandung sehingga mengakibatkan hal-hal yg tidak diinginkan hueheu.. dan hal-hal yg perlu dilakukan dengan cara seksama dan tempo yg sesingkat-singkatnya (asli ngawur saya nulisnya), jadi data yg diterima pihak pemkot bandung banyak errornya alias duplikasi, sedangkan pemberian bantuan kepada Guru honorer tidak boleh ada data ganda, duplikasi karena ini masuk pada ranah “merugikan negara”. jadi weh riweuh diverfikasi yg wajar akhirnya pemberian bantuan terlambat karena butuh waktu untuk verifikasi data.

analisis saya data ini di ambil dari DAPODIK-DAS or DIKMEN, kenapa ini terjadi, dua aplikasi ini mencatat PTK tanpa adanya proses verfikasi di level Pusat, apalagi di daerah, dan parahnya lagi Dikdas dan Dikmen tidak saling verified datanya, saya kasih satu contoh saja,
saya mengajar di Sekolah A, dicatat di dapodik dgn identity yg unik
saya mengajadi di sekolah B, dicatat di dapodik dgn identity yg unik

dari dua data ini saja saya sudah tercatat dua kali, dua orang padahal saya satu orang yg sama, itu baru satu, bagaimana kalo ada ribuan yang seperti ini, dan biasanya guru honorer melakukan hal itu, mengajar di beberapa tempat, tercatat ganda, bisa dibayangkan ketika ditanya berapa jumlah GURU–> dijamin jumlahnya lebih banyak dari yang sesungguhnya.

Saya sempat mention ke pak @ridwankamil dan dijadikan Fav beliau, untuk meminta disdik kota bandung mengeluarkan data Padamu Negeri, jika sekolah dikota bandung mengikuti arahan kemdikbud untuk verval data PTK saya kira urusan ini beres, tidak ada lagi data PTK yang duplikasi seperti saat ini, dinas pendidikan menjadi pengawal utama data tersebut, sehingga kepentingan-kepentingan untuk memberikan bantuan seperti dialami kang emil mungkin bisa teratasi dengan segera dan guru-guru honorerpun mendapatkan haknya yang layak.

SOAL UAS PPKN Siswa Kelas 6 SD

Minggu ini pada orang tua yang anaknya bersekolah di SD atau SMP sedikit tegang, karena minggu ini adalah minggu UAS (ujian kahir semester) Ganjil, entah mengapa mata pelajaran yg diujikan dihari pertama adalah Pendidikan Agama dan PPKN, dari jaman saya sekolah SD, SMP, STM sepertinya urutannya seperti itu, atau mungkin ditempat anda ada yg berbeda ? .

Kembali ke UAS, saya sempat menemani Dadan anak saya belajar PPKN, dan sayapun harus terhenyak dengan materi yang harus dikuasai, tidak tanggung-tanggung tentang Pemilihan umum, mulai dari undang-undang No.12 tahun 2013 sampai dengan lembaga-lembaga pelaksana Pemilu berdasarkan urutannya dari nasional sampai TPS hadow..

materi berikutnya adalah lembaga-lembaga negara, saya kira ini wajar dan seharusnya dikuasai oleh peserta didik, lumayanlah menarik proses belajar dan tanya jawabnya, ada beberapa materi seperti kemerdekaan indonesia dll,

nah setelah itu, malam ini saya mengecek gimana hasil UAS via Telepon, maklum rumah bandung kerja jakarta dan hanya bisa pulang sabtu dan minggu, dan saya mendapatkan soal diluar perkiraan kita berdua hahaha, contoh saja :

  1. Pemberhentian presiden ditengah masa jabatan karena menghina/melanggar  undang-undang kata lainnya adalah ?  wow saya tau jawabannya adalah Impeachment tapi si Dadan tidak, karena jauh dari nalarnya dan apa anak SD harus diajarkan seperti ini ?
  2. PPKI secara simbolik di lantik oleh Jenderal Terauchi, seorang jenderal jepang yg berkedudukan di ?? weleh2 kalo ini saya googling ketemu di saigon atau ho chi min, korelasinya pertanyaan ini ?? just you knowlah ?
  3. Siapa ketua perwakilan indonesia Pada Konferensi Colombo? siapa hayo.. hasil gogling ali sastro amidjojo
  4. lembaga yg melantik DPR dan DPD ?
  5. Siapa PM Singapura yg menandatangani piagam Bangkok ? ya elah kenapa gak siapa PM indonesia saja yg ditanya ?

dan masih ada beberapa pertanyaan yang sudah dijawab dengan benar dan diluar ingatan saya lagi, karena terlintas dan terbayang betapa pertanyaan-pertanyaan itu tidak ada di buku anak kelas 6 SD itu, memang ada baiknya pertanyaan seperti itu agar siswa punya wawasan luas, tapi tujuan UAS itu adalah mengukur sejauh mana serapan pada materi yang diberikan, bukan pada materi yang tidak ada, bahkan yang sudah mati-matian dipelajari karena text box eh tidak keluar sama sekali.

maafkan kami nak, ortu yang tidak tau bahwa kalian belajar begitu berat dan hasilnya belum memuaskan karena soal-soal yang dikeluarkan jauh dari perkiraan bahkan tidak terduga sama sekali, lain kali mungkin belajar lebih keras lagi, lebih giat lagi.

Mencoba menulis di IPad

Kebutuhan menulis dalam perjalanan, atau kondisi dimana tidak nyaman untuk menggunakan laptop menggunakan perangkat mobile ternyata sangat dibutuhkan, kebetulan saya menggunakan Apple IPad 2, sudah dilengkapi Wifi +3G.

ini saya coba menulis dengan perangkat IPad, ternyat tidak mudah selain keyboard yang menutupi sebagian layar, walaupun update IOs. 8 memberikan kemudahan membagi dua keyboard tersebut seperti gambar dibawah,

image

ternyata butuh usaha dan mencoba terus sampai baik.

Give more and then you get more you give

Give more and then you get more you give

(berikan lebih dan anda akan mendapatkan lebih dari yang anda berikan), mungkin ini adalah teori marketing yang sudah lama ada dibumi ini dan diawal era tahun 2000-an teori ini dijalankan dengan baik oleh orang-orang bidang IT.

lihatlah facebook, google, yahoo, Twitter dan perusahaan IT lainnya yang memberikan layanan gratis beberapa killer application kepada seluruh penggunanya, layanan yang diberikan luar biasa, tercatat google memberikan fasilitas email gratis dengan repository yang dulunya 1 GB, sekarang sudah menjadi 15 GB.

pertanyaan berikutnya saat-saat awal adalah pasti dari orang marketing, CEO keuangan dan lainnya pertnayaan itu pasti adalah keuntungannya bagaimana ? darimana? berapa kalau hanya diberikan gratis ? namun keteguhan bahwa jika kita memberikan lebih ke orang lain kita akan mendapatkan lebih dari yg kita berikan nah loh.

terbukti perjalanan waktu perusahaan-perusahaan dan pemiliknya yang saya sebutkan diatas menjadi orang yang sangat kaya, soal bagaimana mereka melakukan moneytizing produk mereka itulah “than get more you give”.

tidak terlepas kemungkinan terjadi kegagalan,kita sudah berusaha memberikan yang terbaik, saya teringat sebuah syair lagu dari Jhon Legend “All of Me”

Even when I lose I’m winning
‘Cause I give you all of me

Jadi mari kita budayakan Give more and then you get more you give.