Masih seputar Jardiknas,
Milis dikmenjur@yahoogroups.com dan jardiknas@yahoogroups.com makin hangat pembicaraan tentang jardiknas, beberapa rekan mulai kasak-kusuk mencari bagaimana caranya koneksi yg selama matisuri dapat berjalan untuk akses berbagai keperluan pendataan bisa berlangsung(kita cerita di topik berikutnya “JARDIKNAS R.I.P Mengajari kecurangan), dampak yang paling fatal adalah pada dua situs pendataan siswa dan sekolah yaiitu :
- Nomor Induk siswa Nasional (NISN) http://nisn.diknas.go.id
- Nomor pokok Sekolah nasional (NPSN) http://npsn.diknas.go.id
- Operator Dapodik http://operator.jardiknas.org (digunakan untuk manajemen siswa dan sekolah edit, add, del, update, termasuk approve perpindahan = mutasi)
- Webloader http://uploader.jardiknas.or (digunakan untuk upload data-data siswa ke database Jardiknas di Senayan)
dan masih banyak situs lain yang saya kira juga cukup signifikan, tapi karena saya bergelut lebih dibidang ini maka mungkin saya akan menjelaskan apa dan bagaimana dampak luar biasa itu terjadi hari ini.
NISN,
dengan lumpuhnya jardiknas berarti ada 420 kab/kota dan 33 provinsi yg tidak bisa mengakses data siswa secara on-line, didaerah kami data ini dijadikan bahan untuk perencanaan, melihat data real siswa by name, bukan hanya jumlah yag sering dimanipulasi, tapi by name sehingga terlihat denga jelas data-data siswa yg ada disatu satuan pendidikan (sekolah), gunanya adalah kontrol berbagai macam subsidi dan bantuan untuk sekola hseperti BOS, PKS-BBM, siswa Miskin, Daerah Terpencil, BOM, dll.
NPSN,
Data sekolah kami di Papua barat mendekat 98% hasil pendataan, atau kebenarannya ini artinya kapanpun dan dimanapun pejabat provinsi dapat melihat sekolah yang ada diwilayah mereka (tentunya berbantu akses interent) kami merasakan dengan luasan, medan dan topografi yg terbentang dari gunung2, pedalaman , pantai sampai kepuluan pendataan jangka panjang yag berkelanjutan menjadi “Keharusan” dalam memperbaharui data, pengalaman saya ketika menjelang UN kita kelabakan dalam menentukan jumlah sekolah kita, karena data yg tidak valid, akhirnya NPSN sementara menjadi penyelamat data mentah sekolah kita. manfaat lain Pemda bisa mengakses data sekolah dalam saat itu juga (mau bilang realtime lah) tidak perlu proses bertele2 hanya untuk melihat data dan jumlah sekolah.
Operator Dapodik
situs ini memang dikhususkan untuk operator dapodik di setiap dinas Kabupaten dan Kota, termasuk provinsi dan beberapa mahasiswa D3TKJ yang kami angkat dalam membantu proses pemuktahiran data tersebut, banyak menu dan submenu yang menjadi kerjaan di situs tersebut, tapi dampak yang paling terasa adalah “MUTASI” siswa dari satu daerah kedaerah lain, dengan Wassalamnya Jardiknas berarti operator tidak dapat melakukan Aprrove Mutasi, sehinga siswa blm dapat melakukan administrasi perpindahan sekolah, ini memang baru uji coba tetapi didaerah di indonesia ini sudah mulai diterapkan. ditempat kami direncanakan juli 2008 di launching.. tapi itu hanya mimpi.
Webuploader
ini situs yang kami gunakan untuk uploader data siswa ke data base Dapodik di Senayan Jakarta, teknologi ini berbasis web, sehingga memudahkan dalam segala hal baik maintenace and repair termasuk updating aplikasi, karena dgn teknologi web server aplikasi telah diubah di pusat(menu view or disainnnya), maka seluruh client yang akses akan mendapatkan bentuk updating terbaru tersebut.
menurut saya ini lebih cerdas dibanding saudaranya NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga Kependidikan) yang dikelolah oleh PMTK lihat di http://nuptk.info apa kecerdasannya yach memudahkan proses realtime penampilan data , mencegah terjadinya redudansi, mudah dan tidak lelet saat mengaksesnya. tidak perlu mengirimkan cd database ke jakarta untuk di generate (istilahnya batch fle) seperti aplikasi-aplikasi lain.
Prestasi terbesar kami dan seluruh Pejuang dan Militan JArdiknas yang lama Adalah ” telah terdata 42.053.296 Juta Siswa see http://nisn.jardiknas.org/cont/data_statistik/index.php diseluruh Indonesia Raya, yang konon kabarnya dibanggakan MEDIKNAS di REmbug Nasional Penddikan 2008 di sawangan Jakarta, namu konon kabarnaya ini juga akan di R.I.P jilid 2 dan di ambil alih oleh salah satu saudara tua di PSP (pusat statistik pendidikan) Balitbang Depdiknas, and the apalagi yang akan kau rebut…sobat, semua sudah kami berikan, kami tuntaskan kerjaan ini, tapi tidak kau berikan kesempatan kami menikmatinya barang sedikit saja.
Teringat ketika “Peresmian Jardiknas” oleh Presiden RI di Bali dalam Forum SEAMOLEC se-asia tenggara, diadakan teleconference hampir di 30 Node Jardiknas, saat itu saya mengawangi di site vicon S2-Perencaan ITB, Pak Ibenk leadernya disana, ah.. hanya kenangan ups..
Filed under: Uncategorized