Selesai Rakor Pendamping perencanaan, sabtu 26 april 2007, degan menggunakan bis pariwisata kami ber-60 diboyong Pak GHP ke Seamolec, apa itu seamolec dapat anda liat disini , ada beberapa informasi yang diberikan berkaitan dengan program-program seamolec, diantaranya :
- SEA-EDU, http://seaedu.diknas.go.id/
- SEA-RADIO, http://searadio.seamolec.org,
- SEA-Games, http://games.seamolec.org/
- SEA WEB 2.0 , http://learningspot.ning.com/
yang menarik adalah rekan rekan bisa menjadi Mitra SEAMOLEC ada mitra 150(khsusus untuk perguruan tinggi) dan mitra 500, untuk mitra 500 ditujukan khusus untuk ICT Center, MGMP, Dinas Pendidikan dan kelompok2 belajar, Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK dalam menjadi pusat-pusat pelatihan berbasis UDL, yang terkonsep Jarak Jauh dan bersertifikasi level Internasional. nach menarik khan khususnya rekan-rekan guru yang sedang menjalani tahapan Sertifikasi, kami berharap sekalian mendapatkan ilmu memanfaatkan IT bapak ibu juga mendapatkan kum untuk sertifikasi internasional, sudah pasti berbiaya Murah, perhitungannya adalah diprediksi sampai mereduce cost 50%.
Khususnya penyelenggaraan S1-PGSD berbasis Pendidikan Jarak Jauh, menurut Pak Indarjati Sidi, Mantan Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI, bahwa negara-negara maju mempunya APM sebesar 70% dilevel SMA/SMK dan 40% di Level Perguruan Tinggi, Bagai mana dengan Kita ? karena ada hampir 80.000 guru kita yang belum S1.
Indonesia tiap tahun meluluskan 2,2 s.d 2,5 Juta siswa SMA/SMK Per-tahun, diserap oleh perguruan tinggi adalah 350 ribu Siswa dan diserap oleh Lapangan Pekerjaan adalah 350 Ribu orang berarti ada sekitar 1,5 Juta siswa yang menjadi pengangguran, tidak terdidik, dan tidak mempunyai kecakapan hidup, akhirnya menimbulkan masalah sosial, bagimana dari 1,5 juta ini, satu juta saja kita berikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, bersertifikasi, terukur dan terstandar internasional dengan Pola PJJ ? dengan memanfaatkan perguruan-perguruan tinggi yang berkualitas untuk membantu kita dalam sistem UDL dan Dosen Pengajar serta pemikiran-pemikiran teknologi, dan beberapa perti sebagai provider penyelenggara pendidikan yang murah.
Bayangkan saja, example yang disampaikan pak GHP, UDINUS mempunyai mahasiswa reguler ada 1000/Angkatan, bisa ditingkatkan jumlahnya menjadi 6000/ angkata dengan pola PJJ, karena tatap muka hanya dilakukan 1 minggu blok waktu, sisanya belajar mandiri. biaya yang dibebankan kepada mahasiswa menjadi 70 % s.d 50%, sehingga pendidikan murah dan berkualitas dapat terjangkau oleh anak bangsa di negeri ini. saya percaya dengan teknologi ICT kemahalan pendidikan dan kesenjangan mutu kualitas dapat kita kurangi satu persatu.
Bagiamana menurut anda ?
Filed under: Pendidikan
boleh juga komentar dan tulisannya, p nasir, tolong di infokan dan di tularkan pada guru2 di papua barat ya….
met kerja…
Weleh..weleh….. Beritanya yahut deh…… tapi bukan 60 org kaleeee….. kan Pak Kwarta ga ikut…. hee
Sory……..