Jutaan Siswa Indonesia Pertahun Drop Out, Tanggung Jawab Siapa ?

Memang akhirnya data akan berbicara dengan banyak makna, tergantung kita menerjemahkan dan menganalisisinya, ada salah satu rekan kami dimilis jardiknas@yahoogroups.com yang memberikan analisis cukup mengejutkan dari kondisi siswa kita, sebagai bahan referensi anda bisa membaca di UR http://nisn.diknas.go.id/cont/data_statistik/index.php

berikut kutipannya :”

“Prihatin Pak, tapi ya kalau dirunut-runut memang sudah dirancang banyak pengangguran di negara ini entah disengaja atau pura-pura tidak tahu :D

Dimana SDM-SDM Indonesia entah disengaja atau pura-pura tidak tahu ari penduduk di usia pendidikan sudah banyak yang kena “PHK” lho (Baca: PHK = Putus Hubungan Kesekolah) :D , Coba cek di situs http://nisn.jardiknas.org milik Depdiknas.

Di situs tersebut saat ini (tercatat: 12/01/2009 pk.09:10:24) telah tercantum total hampir 40 juta siswa nasional. Lebih rinci lagi di
http://nisn.jardiknas.org/cont/data_statistik/rekap_total.php

Jumlah siswa SD = 26,7 juta.
Jumlah siswa SMP = 8,2 juta.
Jumlah siswa SMA + SMK = 4.7 juta.

Perhitungan rata2:
Rata-rata siswa SD per angkatan = 26,7 juta / 6 = 4.45 juta.
Rata-rata siswa SMP per angkatan = 8,2 juta / 3 = 2.73 juta.
Rata-rata siswa SMA+SMK per angkatan = 4,7 juta / 3 = 1.56 juta.

Analisa:

1. Setiap tahun akan “diproduksi/PHK” rata-rata jumlah siswa yang tidak melanjutkan jenjang dari SD ke SMP sebesar: 4.45 – 2.73 = 1.72 juta (38% dari tiap angkatan jadi “PHK”).

2. Setiap tahun akan “diproduksi” rata-rata  jumlah siswa yang tidak melanjutkan jenjang dari SMP ke SMA/SMK sebesar: 2.73 – 1.56 = 1.17 juta (42% dari tiap angkatan jadi “PHK”).

Dengan demikian rata-rata total penduduk usia sekolah yang tidak mencapai jenjang SMA/SMK tiap tahunnya sebesar: 1.72 + 1.17 = 2.89 juta !!,

Dari data jika kondisi ini konsisten maka dalam 5 tahun saja siswa “PHK” sudah sebanyak hampir 15 juta orang!! Sayang di situs tidak bisa dianalisa data untuk lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Bagaimana memperbaikinya ya???????, Ini belum bicara “kualitas pendidikannya” lho… :D :D , saya pun berfikir enak aja ya … kalau memang “para pemikir/pemegang amanah rakyat” tidak mampu mbok ya mundur saja deh … :D

Kesimpulan ya tidak aneh bukan, banyak pengangguran di negara kita
:, Karena dari usia pendidikan penduduk bangsa ini telah banyak yang
kena “PHK” alias “Putus Hubungan Kesekolah” :D

Solusinya ???
V4V

===========================

Jadi Ada PHK ” putus hubungan kesekolah”

ini tanggung Jawab Siapa ?

4 Responses

  1. wah… mengejutkan sekali. Nah dari hasil analisis teman kita di group tidak dapat dijadikan patokan atau hasilnya belum menggambarkan kenyataan. Pertanyaan saya : Apakah si Analisator sudah menggunakan data uptodate atau data dari BPS?. Kalau mengambil data dari BPS berarti perhitungannya masih salah, karena data di BPS (online) belum uptodate. Jangankan BPS, web NISN saja belum semua data siswa dan data sekolah masuk pada system.

  2. Coba dianalisa aja data dari BPS dengan kondisi saat ini, dibandingkan dengan analisa tertulis. Nanti pasti bisa diliat perbedaannya. Data dijawab data, analisa dijawab analisa gitu menurut saya.

  3. Kalau sampai banyak siswa yang DO tentu ini harus menjadi tanggungjwaba pemerintah, baik pusat maupun daerah. ohon carikan data yang lengkap.Salam.

    wijaya kusumah

  4. tp pak, kl PHK itu terjadi karena siswanya yg malas gmn?

    ini byk terjadi d pulau seberang sana..bapak pst tau daerah mana yg saya maksud..

    prihatin pak, skrg bgmn caranya agar mereka dapat bersemangat mengejar pendidikan..minimal lulus SMK lah

Leave a Reply