Peran Pemuda dalam Menyukseskan Pembangunan Berkelanjutan yang Inklusif

Beberapa hari sebelum dia diangkat kembali menjadi Menteri keuangan di Republik ini, Sri Mulyani Indrawati, memberikan sebuah kuliah umum yang digelar di FH UI, saya tidak ikut, tetapi menonton dan mendengar presentasi beliau di sini : (ini tumben saya kagum dengan seorang ekonom hehe diluar patern sebagai orang teknik)

 

rasanya perlu untuk menulis dan mengulas beberapa point penting tentang peran dan tantangan generasi muda Indonesia  yang jumlahnya 1/3 jumlah penduduk indonesia 65 juta orang anak muda di negeri ini.

Situasi pertama tantangan kita sebagai negara berkembang adalah pelemahan ekonomi dunia, jika diibarakan badai yang sepurna (Prefect Strom), disebabkan beberapa hal berikut yang datangnya secara bersamaan :

  1. Melemahnya ekonomi dunia dan perdangan dunia
  2. Perlambatan Perubahan Stuktur Ekonomi Tiongkok
  3. Rendahnya harga komuditas
  4. menurunya aliran modal ke negara berkembang
  5. Berkembangnya serangan terorisme
  6. Perubahan Iklim

Negara-negara  berkembang,khususnya dibelahan Amerika latin  Argentina terpukul karena 30% ekspor mereka ke Tiongkok turun, Indonesia menyumbang 11% ekspor kesana. kondisi ini memerlukan kerjasama yang sangat erat, koordinasi antar negara, hal ini diperlukan kembali untuk :

  • konfident, kepercayaan diri untuk bangkit
  • menghilangkan  halangan dan batasan dalam investasi

nama dua hal ini tidak terjadi karena berbagai faktor diantaranya menguatnya paham komunisme di belahan dunia lain dan juga terjadinya sekat-sekat antar bangsa, tahun ini 2016, adalah  titik terendah kerjasama antar bangsa ditandainya dengan Inggris yang keluar dari Masayarkaat Eropa dikenal dengan nama Brexit.

Indonesia dalam menghadapi kondisi ini  membutuhkan generasi muda yang :

  • percaya diri
  • visi luas
  • ambisi
  • kreatifitas
  • penguasaan teknologi dan pengetahuan untuk memakmurkan bangsa

anak muda indonesia harus mendorong hal penting untuk menghadapi tantangan perubahan pelemahan dunia antara lain :

  1. Jadilah negara yang berperan aktif, dengan konsep Global Village (jadi bagian dunia), bagaimana caranya menghilangkan hambatan dalam perdangan global ,meningkatkan infrastuktur dan konektivitas, memperbaiki kelembagaan di indonesia, kepemimpinan yang kuat, dengan kepemimpinan yang baik dan kuat, karena dengan kepemimpinan Indonesia yang kuat dan baik tidak hanya baik bagi indonesia tapi juga Asean, Dunia sangat membutuhkan kepemimpinan indonesia yang kuat dan baik.
  2. Jangan Lupakan yang tertinggal, indonesia 10 tahun kebelakang (2003-2014) tingkat ketimpangan naik tajam dari 30 atau 0,3 naik menjadi 41, ketimpangan yang sangat tinggi akan melemahkan potensi negara untuk tumbuh dan maju dalam jangka panjang, ketimpangan di indonesia banyak di tentukan hal-hal diluar kendali orang-orang yang lemah. ketimpangan di Indonesia disebakan oleh empat faktor:
    • Provinsi dimana anak itu lahir
    • Bayi Lahir di kota atau di desa
    • Bayi lahir dari kepala keluarga yang perempuan (Single Parent)
    • Tingkat pendidikan Orangtuanya
  3. peningkatan layanan kesehatan, Layanan kesehatan indonesia yang rendah, peningkatan kesehatan dimulai dari bayi didalam kandungan, waktu krusial pertama yang perlu diperhatikan adalah saat usia kandungan s.d dengan 2 tahun, karena pada usia 0 s.d 24 bulan itu adalah masa pertumbuhan otak, walaupun saat SMA dan perguruan tinggi diberikan ilmu dan les yang berjubel, namun karena kondisi otaknya tidak memungkinan maka tetap tidak dapat berkembang dengan baik, Belanja Layanan kesehatan   di Indonesia termasuk 5 Negara terendah didunia.
  4. Pendidikan, sekolah didesa lebih kecil mempunyai peluang mendapatkan guru dengan kualias yang baik, termasuk tingkat kehadiran guru ( teacher attendance), disparitas kualitas pendidikan Indonesia dapat dilihat hasil penelitian Bank Dunia, bahwa siswa di jawa akan lebih cepat membaca 25 huruf dari pada siswa di Papua, NTT dan Maluku. Secara Global berdasarkan test PISA(Programme for International Student Assessment) untuk matematika, sains dan pemahaman membaca  indonesia berada di urutan 64 dari 65 negara., anggaran pendidikan yang sudah naikkan 20% dari APBN masalahnya “how to use That Money” bagaimana meningkatkan kualitas dari hasil pendidikan melalui proses pendidikan yang lebih baik. kebijakan penghapuskan UN, tidak ada lagi instrumen mengukur tingkat kemampuan matematika, sains dan pemahaman membaca yang mungkin akan membuat negara kita semakin turun di urutan nomor buntut. penghapusan tanpa solusi, menurut saya seharusnya jika UN ditiadakan maka perlu adanya tes untuk mengukur passing grade sesuai standar dunia, program literasi saat ini seolah-olah hanya kewajiban membaca ramai-ramai sebelum belajar tanpa adanya evaluasi terhadap literasi tersebut, didalam penilaian literasi ada penilaian literasi di keluarga (behavior dan attitude), membaca cepat, mengetahui isi dari paragraf yang di baca dan mengetahui pokok inti dari paragraf yang ada diakhiri dengan kemampuan menulis tentunya.
  5. Peningkatan partisipasi perempuan, ketimpangan permasalahan gender di Indonesia  sangat tinggi, kita ada di urutan 114 dari 145 negara dalam partisipasi perempuan dalam perekonomian. persentasi partisipasi peremuan indonesia pada perekonomian hanya 51% jika dibandingkan asia pasfik yang 61%, dengan membuat perempuan mampu maka dipastikan akan meningkatkan tingkat daya saing bangsa ini.

Negara Indonesia membutuhkan mereka yang berusia muda yang punya kemampuan berfikir kritis, mampu membuat analisa jernih , dapat membedakan fakta dan bukti disatu sisi subyektifitas dan bias, jika kalian jadi politik maker, kebijakan dan tindakan yang bertanggung jawa dan bijak, tunjukan empati anda, lakukan dengan dasar ilmu teknis yang anda kuasai, kemudian kebijakan itu anda sandingkan dengan policy negara, buatlah berbagai pilihan-pilihan sampai dengan pilihan yang terburuk, bagaiman anda berempati terhadap orang orang yang terkena dampak negatif terhadap kebijakan yang anda buat, bgaiman anda mampu menjelaskan kebijakan itu dan cara berempati untuk menjelaskan dampak-dampak negatif tersebut kepada orang orang yang terkena impas, bahwa ini adalah berakit rakit dahulu bersenang-senang kemudian. 

“indonesia punya masa depan yang baik, karena generasi muda indonesia mempunyai keinginan untuk maju, karena 65 juta generasi muda indonesia adalah orang orang yang punya keinginan untuk maju dan tidak pernah berputus asa untuk mencintai indonesia ”

 

Guru menjadi Pembelajar

Teringat pada pepatah portugis ” Quem vê cara, não vê coração ”
yang berarti “siapa yang hanya melihat wajah, tak akan dapat melihat hati”. yang mungkin perbandingan apiknya dinyanyikan oleh Paula Mattos yang dapat ditonton disini , cerita tentang cinta yang tidak sungguh-sungguh, hanya ilusi karena semua hanya tentang wajah/sampul bukan pada hati atau isinya,

mungkin kita juga sama dalam menilai dan memaknai guru-guru kita, kita akan sangat antusias memberikan ucapan selamat hari guru, ucapan dan gambar beraneka ragam bersiliweran di  FB, Twitter,PAth, Instagram dan lainnya , kita akan begitu rekatif  dengan adanya guru-guru yang di meja hijaukan karena hal menegakkan disiplin di sekolah,

bahkan beberapa dari kita ikut-ikutan mencela guru yang sudah mendapatkan sertfikasi dan kita anggap tidak melakukan pengembangan diri dari uang sertfikasi tersebut,

kita mulai melihat dari kulit dan sampulnya, tapi mari kita mendalami isinya, isi hati seorang guru, di era Teknlogi informasi guru diminta menyesuaikan diri pada pengembangan profesionalismenya, melengkapi administrasinya, mendidik dan mengajar serta meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai era kekinian, bahkan mungkin jika memo internal mas menteri pendidikan tidak bocor dimedia sosial kita tidak paham bagaimana sulitnya guru mengurus sesuatu yang bernama administrasi.

isi hati guru begitu menjelang uji kompetensi guru benar-benar seperti kita dulu akan menghadapi EBTANAS (kelihatan tuanya khan), materi pedagogik yang entah sudah lama sekali teori ini ditinggalkan sejak bangku kuliah dibangkitkan kembali, materi pengembangan profesi guru yang mungkin diingat-ingat kembali karena materi ini didapat saat kuliah dan mungkin prajabatan, materi tentang undang-undang, peraturan menteri tentang pendidikan yang mungkin pada saat UKG baru disentuh kembali sebab sangat jarang guru mengajarkan undang-undang dan peraturan pemerintah tentang pendidikan bagi peserta didik,

Saya tidak bisa membayangkan ketika seorang guru menyiapkan bahan ajar disampaikan kepada siswa bahwa materi ini berdsarkan undang-undang dan permendikbud nomor sekian..

kita patut bersyukur ada dirjen GTK yang mulai menata para guru, diantara cibiran-cibiran tetang mutu dan kualitas guru, mereka tetap menjalankan apa yang menjadi suara hati para guru dengan cara-cara yang tidak biasa, garis demarkasinya jelas, bahwa ada grade point menentukan tingkat kelulusan kompetensi guru, setelah itu guru yang tidak lulus pada garis demarkasi itu di analisa pada bagian mana kelemahan itu terjadi, dan jawabannya seperti saya sampaikan diatas: pedagogik, pengembangan profesi dan undang-undang. soal materi ajar saya kira banyak yang lulus karena merupakan repetisi, walaupun diakui ada juga yang terjun bebas di tes materi ajar karena berbagai hal (salah satunya karena sertfikasinya tidak linier dengan yang diampu saat ini, exp. guru TIK ikut UKG Matematika). sekali  lagi, kita menilai kulitnya masa sih tidak lulus materi pedagogik, pengembangan profesi dan undang-undang, tapi itulah fakta yang terjawab, bahwa guru menjadi pembelajar (pembelajar dalam KBBI online http://kbbi.web.id “pembelajar/pem·bel·a·jar/ n orang yang mempelajari;) adalah suatu keniscayaan, guru mulai diajak kembali mengetahui mendalami ilmu pedagogik, pengembangan profesi guru dan undang-undang terkait pendidikan termasuk menajmakna materi ajar sebagai dasar keilmuan dan profesionalisme.

dengan menjadikan guru sebagai pembelajar artinya kembali membangun budaya belajar di lingkungan pendidikan, masyarakat, dampaknya mengakibatkan masyarakat belajar dalam komunitas sekolah, jika ini terbentuk alangkah indahnya melihat pendidikan kita dimana pembelajar tidak hanya siswa tetapi guru ikut terlibat disana.

 

 

 

Robert Huth The Berlin Wall di Leicester City

Setelah era Marcel Desailly, tidak banyak center back yang begitu menghantui mimpi para penyerang-penyerang di Liga Inggris, berbadan besar, tekel sempurna, sundulan keras, terarah dan selalu menang di bola-bola udara, satu lagi sering mencetak gol dari bola-bola mati.

Era center back dengan tipikal agresif seperti Desailly terulang ditahun 2015/2016  dengan bangkitnya seorang yang dikira mati dan bangkit kembali dan meraih kejayaan seperti Gandalf dalam sequel film lord of the ring, seorang Jerman yang yang bermain layaknya seorang Englishman, ya dia ROBERT HUTH,  terlahir Biesdorf, Berlin Timur, Jerman Timur, 18 Agustus 1984, mengawali karir profesionalnya di FC Union Berlin U-17 Germany, kemudian ke Chelsea FC U-18 dan akhirnya kita menyaksikan langsung sang Berlin wall mengawal pertahanan Chelsea selama 4 tahun lamanya (2002-2006), pasca musim mengesankan bersama chelsea banyak yang beranggapan karir Huth akan tamat, apalagi kepindahannya ke tim-tim medioker liga inggris, mungkin pendukung chelsea tidak melupakan dobel blunder huts pada laga Chelsea 1 Vs Charlton 1 (4-5 on pens), bahkan banyak menduding huth sebagai biang merosotnya prestasi Chelsea. Setelah perjalanan panjang mati suri robert huth, tanda-tanda kebangkitannya mulai terlihat ketika bermain untuk Stoke City, dan kebangkitan itupun dimulai ketika Claudio Raineri memegang tampuk manager Leicester City, italiano ini dengan pakem bertahan ala “Catenaccio”, mampu mengasah bakat alam Robert Huth yang ditunjang dengan fisik dan kemampuan bertahan, sundulan luar biasa, tekel dan sapuan bersih menjadi tembok belakang yang susah untuk di taklukkan, huth bagaikan bangkit dari kubur mati surinya, mencurui perhatian pendukung leicester city.(seperti franco baressi dalam ukurang badan yg lebih besar)

penggemar Manchester City mungkin tidak melupakan bagaimana mereka dipencundangi oleh Robert huth dengan 2 Gol tanpa balas,  solah-olah hari itu Mancity hanya berhadapan dengan Sang Tembok Berlin videonya bisa dilihat disini , ciri khas tanpa kompromi menjadikan Huth jadi idola baru di leicester city, dan juga menjadi harapan terakhir sebelum penjaga gawang pemain-pemain leicester city dalam mengawal pertahanan mereka, tercatat berkat kokohnya pertahanan hanya tiga kali Leicester city mengalami kekalahan dalam musim 2015/2016.

Berliner yang telah bermetamorfosis menjadi Englishman dan bertahan bagai italiano dan menjalani karirnya yang hampir dianggap habis menjadi seorang The Berlin Wall.

sambil menyeruput kopi kiranya mendengar soundtrack Spectre “Writing’s on the Wall” song by sam smith cocok membayangkan sang Berlin Wall mengantar the Fox dalam meraih gelar pertamnya dalam kancah liga inggris.

 

Mencoba wordPress Apps

Tulisan ini adalah ujicoba menulis diatas android wordpress apps, fitur yang tersedia lumayan baik untuk memenuhi kebutuhan dasar ngeblog,

Apps ini tersedia pada play store dengan besar file sekitar 10 Mb, proses instalasinya tidak ribet dan bisa langsung digunakan untuk ngeblog

Kelemahannya adalah view layar tulisan yg terbatas bagi ukuran smarphone, kebetulan saya menggunakan ukuran layar 5,5 inches masih terasa sempit dalam melihat tulisan diatasnya.

This Is Desember

Rinai hujan di bulan Desember selalu mengingatkan saya tentang masa kecil s.d remaja di Jayapura, kota tempat lahir dan saya dibesarkan, desember bagi kami orang papua adalah ibarat bulan yang penuh warna, penuh gairah dan sangat dinantikan, riak-riak politik lokal dan keberagaman mulai terasa disana.

Desember tanggal 1 selalu menjadi masa siaga satu bagi TNI dan Polri karena pada tanggal itu perayaan hari ulang tahun OPM, Organisasi Papua Merdeka, saya melewati hampir 20 tahun masa-masa itu, saat ini stigma kerusuhan penembakan sudah jauh berganti di ubah menjadi ibadah gereja, semoga menjadi hal baik berikutnya di tanah Papua.

Saya teringat jaman SD di taman IMBI, didepannya ada kantor DKIJ dewan kesenian irian jaya kala itu, berseberangan dengan DKIJ atau bersisian dengan taman IMBI ada toko pasifik dan bioskop IMBI, DKIJ didepannya ada tiang bendera yang beberapa kejadian disana dikibarkan bendera Bintang Kejora, dan pada akhirnya saat ini tiang bendera itu sudah di potong oleh TNI/Polri. bersebelahan dengan Gedung DKIJ ada Toko Aneka, jaman tahun 80- an, itu merupakan toko elektronik terbaik di kota jayapura. toko pasifik kami sering membeli gula dan kebutuhan rumah tangga, termasuk elektronik dan oleharaga khsuusnya raket bulu tangkis, paling asyik mencari minyak singer untuk perawatan mesin jahit Buttler Fly milik ibu saya.

seiring berlalu tanggal 1 tanggal 2 s.d menjelang natal merupakan hari-hari sibuk mace-mace dan pace-pace untuk mempersiapkan natal, biasanya selepas magrib saya dan rekan-rekan turun di jalan irian atau depan toko aneka dan toko pasifik ikut berjualan kembang api, air mancur, roket dan kadang-kadang petasan, untuk jajan cukup dengan menyeberang kesebelah ada pusat jajan di depan kantor Pelni, pisang, tahu, tempe dan ubi serta betatas goreng lengkap tersaji disana.

di kompleks APO Gunung pasti kami juga menyiapkan keramain tersebut, meriam pipa karbit mulai di pasang dengan arah menuju ke kota dan menuju ke POLDA hahaha memang cari gara-gara, untuk mendapatkan pipa terbaik kami harus mencarinya ke Tangga Seribu (benar-benar tangga yg jumlahnya ada 1000 berbatasan dengan kompleks angkasa),yang dicari adalah pipa bekas yang tidak terpakai lagi untuk sistem pengairan yang dibangun oleh belanda, medan menuju lokasi sangat-sangat berat kira-kira 2 jam perjalanan menanjak menuju lokasi tersebut, ukuran pipa yg kami dapatkan bisa berbagai ukuran, dan untuk membawanya kelokasi main meriam karbit di panggul beramai-ramai, kadang medan yg sulit kita kasi meluncur saja kebawah.

pipa bagian bawah kita tutup dengan ember kaleng dan kain agar tidak bocor dan beberapa cm diatasnya di lubangi ntuk memasukkan karbit dan air, posisnya kita buat persi seperti meriam yang menembakkan rudalnya. meriampun siap untuk menggelegar, tiap hari selepas pulang sekolah kami menuju pondokan itu untuk bermain meriam, karena posisi kami yang strategis dentuman meriam bisa terpantul seantaro kota jayapura dari klofkamp sampai APO, ini yang kadang membuat kami dikejar-kejar pak polisi untuk menghentikan aksi meriam karbit ini, tapi selalu gagal kenapa karena menuju ke lokasi kami pak polisi harus manjat gunung kira-kira 1, 5 jam perjalanan, jika sampai meriamnya tidak kuat untuk di bawa ke Polres Jayapura, akhirnya hanya di bongkar atau dibuang kebawah jurang, malamnya kami pungut kembali dan menempatkan di posisi semula untuk besok bermain kembali, ah serunya, saat pengintai kami sampaikan ada polisi naik, pasti baku cakar kami lari berhamburan menghilang diantara semak-semak dan hutan gunung APO, langsung pulang kerumah dengan menyusuri jalan-jalan tikus rahasia, mandi dan pura-pura manis di rumah, dasar anak-anak.

Dari gunung-gunung seberang seperti APO gunung, Dok II, Pemancar Bayangkara, Polimak, Batu Putih, Gajah putih pun sama, meriam-meriam karbit bersahut-sahutan memamerkan siapa punya yg paling keras bunyinya, belum lagi pondok-pondok natal yang akan mendengarkan lagu-lagu natal 24 jam, semakin memeriahkan desember di jayapura.

Tradisi paling berkesan saat perayaan hari-hari besar agama di Jayapura adalah kebersamaan, penghormatan dan silaturahmi, kami yang muslim selain membantu memasak membuat kue, ketupat tetangga beragama kristen yang akan menyiapkan natal, juga membantu mengecet rumah tentunya dengan upah borongan untuk main meriam karbit dan beli kembang api hahahaha.

pagi natal setelah gereja pagi, kira-kira jam 10 mulailah saatnya pegang tangan, alias berkunjung kerumah tetangga yang merayakan natal, sekedar mengucapkan natal, say hallo bertukar cerita dan tentunya cari kue dan minuman kaleng hihihihi, muter dari rumah-kerumah, soal kenal tidak kenal urusan nomor sekian yang penting kantong penuh dengan kue dan minuman serta poro takancing karena kebanyakan makan, biasanya habis muter dari tetangga kita berkumpul di depan masjid nurul yagin dimana disampingnya ada lapangan, cerita tentang makanan, kue dan pelayanan yang didapatkan hahaha.

hari berikutnya kunjungan ke guru-guru atau teman jauh di luar kompleks, tidak ada acara ke tempat-tempat wisata seperti yg saya rasakan saat di jogja, bandung dan jakarta saat ini, kerukunan ini terus terjaga sampa hari ini, semoga merupakan budaya baik yg benar-benar diimplementasikan oleh generasi muda di jayapura, disaat kerukunan itu hanya jargon dan simbol-simbol semata, dan saya yakin percaya hanya dengan ketulusan silaturahmi seperti itulah kerukunan antara pendatang-putra deerah dan aseli papua terjalin, ini sudah dibuktikan berpuluh-puluh tahun lamanya jayapura khususnya lolos dari ancaman-ancaman kerusahan Agama.

Desember selalu dihati, selalu terkenang jayapura, pasti ramai saat-saat ini, meriam-meriam disiapkan pondok-pondok dibangun, orang-orang senang karena ada libur OTSUS toh hehehe.

Status di Hotel dan Singkong Rebus

Desember seperti ini biasanya banyak kegiatan baik dilakukan di lingkungan kerja maupun terpaksa harus di luar kota, perbedaan sedikit mencolok ketika melihat Time Line Medsos teman-teman yang menurut saya sedikit tiarap dari status di Hotel dan mengeluh snack makan singkong rebus😀, hahaha.

bagi dunia pendidikan khususnya kemdikbud ini sebuah hal yang perlu disikapi, kegiatan dapat dipindah ke sekolah-sekolah yang punya aula, atau LPMP, balai diklat atau P4TK yg menurut saya cukup representatif untuk pertemuan-pertemuan seperti sosialisasi, pelatihan dan lainnya,

soal snack, ini sarapan pagi saya hari ini, jajan pasar, natural dan selera indonesia. ada gemblong, cucur, dadar gulung, gethuk

2014-12-04 09.24.23

selamat pagi

Darimana Datanya “Pendidikan Indonesia yang Gawat Darurat”

Saya mengutip pernyataan Mas Menteri Pendidikan Nasional  Anies Bawesdan pada pertemuan dan pengarahan Kepala Dinas Pendidikan Se-Indonesia di Jakarta, bahwa pendidikan Indonesia dalam keadaan Gawat Darurat, mari kita lihat satu cuplikan gambar presentasi beliau didepan para kepala dinas yang bersumber dari Twitter resmi Kemdikbud @Kemdikbud_RI

Kemdikbud

Mengapa beliau sampai mengatakan gawat darurat datanya dari mana? intepretasi saya terhadap gambar tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Rendahnya minat baca orang Indonesia, berdasarkan data tahun 2012 oleh UNESCO (http://en.unesco.org) 1 dari 1000 orang indonesia yg mempunyai minat baca atau 0,0001
  2. Peringkat nomor 2 terendah dari bawah pada pemetaan PISA tahun 2012, apa itu PISA, menurut situs resminya http://www.oecd.org/pisa/aboutpisa/The Programme for International Student Assessment (PISA) is a triennial international survey which aims to evaluate education systems worldwide by testing the skills and knowledge of 15-year-old students. ” , penilaian yang dilakukan meliputi kemampuan membaca, matematika dan sains  hasilnya secara lengkap bisa di unduh pada hasil PISA 2012
  3. Tahun 2011, Peringkat 40 dari 42 negara yang mengikuti pemetaan TIMSS bidang literasi sains, hasilnya bisa anda unduh disini TIMSS kepanjangan dari (Trends in International Mathematics and Science Study) adalah sebuah project yang dikembangkan oleh IEA (International Association for the Evaluation of Educational Achievement) yang menilai kemampuan matematika dan sains sebuah negara pada tingkat 4 dan 8 (di indonesia kira-kira kelas 4 SD dan kelas 8 SMP) penilaian dilakukan secara berkala 4 tahun sekali, tahun  2015 akan dilakukan kembali semoga RI dapat naik peringkatnya dan pembuktian Mas Menteri Anies Bawesdan dalam memimpin kemdikbud, saya optimis itu dapat terjadi melihat prestasi sains dan matematik anak-anak republik ini dipentas olimpiade sains dan matematik cukup membanggakan.
  4. Rendahnya nilai UKG Uji Kompetensi Guru, tiga point diatas dapat diplesetkan untuk ngeles oleh para pengelola pendidikan itu kan standar “ASING”, nah ini yg lebih darurat lagi, mengapa demikian, wong soal, materi dan sistem di buat oleh orang indonesia sendiri, kebetulan saya kenal dengan yang menggawangi UKG yaitu mas Rafi dan tim salah satu pengajar di VEDC Malang, penyelenggara UKG sendiri dibawah tanggung jawab BPSDMPK PMP Kemdikbud,  nilai rata-rata hasil UKG adalah 44,5 dari standar yang diharapkan 70. ini telak menjawab kenapa tiga point diatas. pameonya guru kencing berdiri murid kencing berlari, lah gurunya nilainya hanya rata-rata 44.5.
  5. Mutu pendidikan indonesia ada di peringkat 49 dari 50 negara, sayangnya BPSDMPK PMP tidak merilis hasil EDS (Evaluasi Diri Sekolah) 2014 secara publik, jika itu dirilis saya yakin kita akan terkaget-kaget melihat hasil delapan standar mutu pendidikan Republik Indonesia.

Ini belum dikaitkan dengan indeks keterbukaan informasi publik dan pelayanan prima, kebetulan saya pernah mengikuti pertemuan dan diskusi OGI UKP4,karena masuk pada tim open school,  pengaduan terbesar pada https://lapor.ukp.go.id ada pada bidang pendidikan, sungguh luar biasa masalah pendidikan direpublik ini, pantas saja mas menteri Anies Bawesdan mengatakan Gawat Darurat yang menurut saya perlu masuk ICU dan perlu perawatan cukup lama untuk pemulihan,

sebelum saya capek menulisnya data-data diatas anomali dengan laporan Mendikbud 2009-2014 pada Rembuk nasional pendidikan terkait Hasil-Hasil Ujian Nasional, dimana hasil UN baik-baik saja, tingkat kelulusan didaerah banyak yang mencapai 100% tapi tidak berkorelasi dengan point-point yang disampaikan diatas, anomali berikutnya adalah prestasi olimpiade Sains dan Matematik RI luar biasa membanggakan dari medali emas, perak perunggu telah di raih anak-anak kita, lah trus kesalahannya dimana ?

Sekedar saran saya menghadapi tahun 2015, diera pemerintahan baru pak Jokowi, sudah benar dilakukan evaluasi kurikulum 2013, arahan pencapaian mutu pendidikan mengacu pada standar-standar IEA yang telah ditetapkan, untuk meningkatkan literasi reading perbanyak kewajiban anak-anak sekolah membaca Text Book, dimulai dari gemar membaca novel-novel sastrawan indonesia seperti Tenggelamnja Kapal Van der Wijck, Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai, di bawah lindungan Ka’Bah, Salah Asuhan, laskar pelangi, lupus dll, untuk sains dan matematika mau tidak mau untuk jenjang SMP s.d SMA/SMK sudah mengacu pada buku-buku Text Book kuliah, karena soal-soal di PISA benar-benar mengutamakan nalar, logika penyelesaian bukan hafalan semata, siswa-siswa kita juara olimpiade sains dan matematika boleh di klarfikasi materi pelajaran pementapan mereka mengacu dari mana ? (saya pernah mengunjungi dan berinteraksi di salah satu sekolah negeri unggulan DKI Jakarta SMANU Mohammad Husni Thamrin di daerah Bambu Apus Jakarta Timur tidak tanggung-tangung untuk fisika mereka mendatangkan guru pengajar sekelas Prof.Yohanes Surya, dan buku pegangannya Fundamentals of Physics karya  David Halliday, untuk matematika buku pegangannya adalah Calculus karya michael Spivak), jika dibanding jaman saya sekolah, saya baru belajar menggunakan Text Book ketika mulai kuliah dan lebih intens ketika magister TI di ITB, inipun bukunya lebih banyak dijadikan bantal tidur saking tebalnya dan pusing membacanya hehehehe ..

Soal UKG ini yang aneh menurut saya perlu di teliti lebih jauh, apakah pemahaman konten yang lemah atau jangan-jangan tidak bisa menggunakan komputer (maklum UKG dilakukan online), kata orang IT salah mencet jawaban.

Soal Mutu BPSDMPK PMP Kemdikbud melalui program padamu negeri menurut saya sudah on the track, mulai melakukan pemetaan 8 Mutu pendidikan melalui EDS (evaluasi Diri sekolah), PKG Penilaian Kinerja Guru dan Uji Kompetensi Guru (UKG), PKB (Pengembangan keprofesionalan berkelanjutan), kedepan penilaian kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan pengawas sekolah perlu dilakukan, dan satu lagi DINAS PENDIDIKAN, perlu dilakukan penilaian terhadap satu lembaga ini entah bagiamana caranya… speak less.

Jadi masih bersyukur kita, bahwa menteri sadar dan mau jujur terhadap kondisi pendidikan negeri ini, yang beberapa dekade ini selalu ditampilkan baik-baik saja, aman-aman saja, seolah-olah sistem pendidikan itu hanya milik Indonesia yg lain nyewa, tidak perlu standar-standar, cukup lulus UN selesai. semoga kesadaran ini menjadi hikmah buat insan pendidikan untuk mulai bangkit, menata dan mengatur “mutu pendidikan” yang selama ini kita pungguni seperti maritim yg selama ini kita lupakan.